Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Peserta Didik SMAN 13 Bekasi Aksi Demo Tuntut Kepsek Dipecat Terkait Hal Ini?

×

Peserta Didik SMAN 13 Bekasi Aksi Demo Tuntut Kepsek Dipecat Terkait Hal Ini?

Sebarkan artikel ini
foto ilustrasi suasana SMA di Kota Bekasi

Diketahui sebelumnya Tohom Sinaga, Ketua DPP LSM Forkorindo (Forum Komunikasi Rakyat Indonesia),  sekaligus orang tua murid di SMAN 13 Bekasi, menyampaikan di depan banyak awak media, bahwa Kepala SMAN 13 Bekasi, Hasyim, sudah selayaknya diganti, dan kalau perlu dipecat dari posisinya sebagai ASN (aparatur sipil negara).

“Hasyim ini kepala sekolah yang membuat kondisi SMAN 13 Bekasi tidak kondusif. Ia membuat banyak guru tidak nyaman karena memiliki hubungan gelap dengan bendahara komite (inisial AD). Selain itu, ia juga menggelapkan dana komite untuk kepentingan pribadi,” ungkap Tohom.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dikatakan bahwa permasalahan fi SMAN 13 Bekasi, selain dugaan kasus perselingkuhan Kepsek, ada juga kasus penggelapan dana komite, berupa uang tunai yang disetorkan orang tua siswa.

Hal lain adalah manipulasi anggaran dana BOS, dan diskriminasi siswa non muslim sudah sangat mencoreng Marwah Pendidikan.

“Sepertinya sudah karakter Kepsek SMAN 13 Bekasi itu juga pernah mencuat kasus serupa saat menjadi Kepala SMAN 17 Bekasi, Hasyim diduga juga memiliki hubungan terlarang dengan salah satu guru,”tukasnya.

BACA JUGA :  Program Makanan Bergizi Gratis Kembali Berjalan di SMPN 2 Abung Semuli

Ia dengan tegas mengatakan, tidak ada pilihan lain, Hasyim harus segera dipindahkan dari SMAN 13 Bekasi, karena baik guru, siswa dan orang tua sudah tidak mau lagi dipimpin oleh kepala sekolah yang bermoral rendah dan koruptif.

Ia meminta agar Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan, Inspektur dan khususnya Kepala KCD Wil. III, agar segera melakukan tindakan tegas kepada Kepala SMAN 13 Bekasi.

BACA JUGA :  Kepala Sekolah Rapat Sambil Wisata, Pejabat Disdik Bekasi Bungkam: LSPN Siap “Mendidik” di Jalanan

“Saya mewakili orang tua murid, dengan tegas meminta agar Gubernur Jawa Barat, Inspektur dan Dinas Pendidikan segera memecat Hasyim. Kami menolak anak-anak kami dididik oleh Kepala Sekolah yang immoral,” tegas Tohom.