Scroll untuk baca artikel
Wisata

Pesona Ikonik Pesisir Utara Krui yang Masih Alami, Pilihan Wisata Menenangkan Dompet

×

Pesona Ikonik Pesisir Utara Krui yang Masih Alami, Pilihan Wisata Menenangkan Dompet

Sebarkan artikel ini
Pesona Wisata di Pesisir Utara, Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung yang ikonik, menenangkan jadi pilihan healing liburan Nataru - foto doc Wawai News

PESIBAR – Jika kejenuhan hidup sudah mencapai titik didih dan liburan ke tempat “itu-itu saja” terasa hambar, hamparan pantai di Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Lampung, bisa menjadi jawaban yang masuk akal dan menenangkan dompet.

Wilayah Pesisir Barat memang selama ini identik dengan Krui dan spot selancar kelas dunia. Namun, jangan buru-buru puas. Geser sedikit setir kendaraan ke arah Pesisir Utara, tepatnya jalur menuju Pekon Kota Karang, Pekon Walur, pengunjung akan disuguhi pengalaman perjalanan yang tak kalah dramatis, jalan perbukitan menantang adrenalin, tikungan-tikungan tajam, dan panorama laut lepas yang muncul tiba-tiba cukup untuk membuat pengendara lupa cicilan sejenak.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Krui, Pantai Batu Tihang berdiri tanpa banyak basa-basi. Hamparan pasir putih berpadu dengan birunya laut, deretan pohon kelapa yang masih setia berdiri, serta satu ikon yang tak terbantahkan, batu karang raksasa menjulang tegak di tengah laut.

Batu karang inilah asal-usul nama Batu Tihang karena bentuknya menyerupai tiang besar yang seolah sengaja ditancapkan alam untuk memberi tanda: “Berhenti sejenak, nikmati hidup.”

Saat matahari mulai turun, siluet batu tihang dengan latar langit jingga menjadi primadona kamera. Tak heran, pantai ini kerap jadi lokasi wajib bagi pemburu foto estetik, konten kreator, hingga pasangan yang ingin mengabadikan momen tanpa harus rebutan spot.

BACA JUGA :  Bunga Bangkai Raksasa Sudah Mekar di Air Terjun Tirai

Ombak di Pantai Batu Tihang terbilang cukup besar dan konsisten. Meski tidak segarang Tanjung Setia, beberapa peselancar lokal sesekali terlihat menjajal gulungan ombaknya. Namun bagi wisatawan umum, cukup menikmati deburannya dari bibir pantai lebih aman, lebih damai.

Menariknya, kawasan Pesisir Utara Pesibar juga menawarkan alternatif wisata lain dalam satu jalur perjalanan. Pantai Walur, Pantai Ilahan, Kota Karang, hingga pemandian air tawar alami bisa menjadi pilihan lanjutan tanpa harus berpindah kabupaten atau menguras bensin berlebihan.

Soal fasilitas, Pantai Batu Tihang masih setia pada statusnya sebagai pantai alami. Jangan berharap deretan kafe estetik atau warung kopi kekinian. Bekal sebaiknya disiapkan dari Krui. Masuk kawasan pantai umumnya gratis, hanya ada parkir seikhlasnya yang dikelola warga setempat seikhlasnya, bukan seikonnya.

BACA JUGA :  Wisata Anti Galau Talaga Langit di Desa Sinarrancang, Cirebon

Kesimpulannya, Pesisir Utara, Krui, bukan tempat untuk liburan ribet. Ia hadir apa adanya, tenang, ikonik, dan jujur pada keindahan alamnya. Cocok bagi pencari ketenangan, penikmat lanskap, atau siapa pun yang ingin healing tanpa harus pamer tiket mahal.

Di Pesisir Utara Pesibar, Batu Tihang berdiri bukan sekadar karang ia adalah pengingat bahwa keindahan tak selalu perlu promosi besar, cukup ditemukan oleh mereka yang mau melipir sedikit dari keramaian.

Jadi, kalau sudah bosan dengan pantai yang terlalu ramai dan terlalu “niat”, mungkin saatnya melirik Batu Tihang. Alam sudah siap, tinggal kamu yang berangkat.*