LAMPUNG TENGAH – Suasana siang yang semula tenang di Kampung Karang Jawa, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, mendadak berubah mencekam. Seorang petani muda bernama Muhammad Soleh (28) ditemukan tewas tergantung di dapur belakang rumahnya, Rabu (28/1/2026) siang.
Tragedi ini meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga warga sekitar yang tak menyangka korban mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.
Sebelum peristiwa memilukan itu terjadi, istri korban sempat menghubungi kerabatnya, Rohim alias Gogon, dan menyampaikan pesan penuh kepanikan. Ia mengabarkan bahwa sang suami berniat bunuh diri.
Tak ingin terlambat, Rohim bersama Supriyanto alias Akik langsung bergegas menuju rumah korban. Namun takdir berkata lain. Sekitar pukul 12.00 WIB, setibanya di lokasi dan setelah warga diminta mengecek bagian belakang rumah, korban telah ditemukan tergantung tak bernyawa di dapur, menggunakan tali tambang berwarna biru.
Tangis dan kepanikan pecah di sekitar rumah korban. Kepala Dusun setempat, Sugiono, segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Anak Ratu Aji.
Tak lama berselang, sekitar pukul 12.30 WIB, petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Gedung Sari tiba di tempat kejadian perkara. Saat itu, kondisi korban masih tergantung. Hasil pemeriksaan awal menyatakan korban telah meninggal dunia.
Petugas menemukan kondisi jasad korban dengan lidah menjulur, serta adanya bercak sperma di celana dalam korban, yang memperkuat dugaan korban mengakhiri hidupnya seorang diri.
Kapolsek Anak Ratu Aji, IPDA Parulian Nasution, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan medis awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Pihak keluarga telah menyatakan menolak dilakukan autopsi, dan membuat surat pernyataan resmi,” jelas Kapolsek.
Dalam peristiwa ini, polisi mengamankan satu utas tali tambang warna biru sepanjang sekitar satu meter sebagai barang bukti. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk melengkapi administrasi penyelidikan.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya perhatian terhadap kondisi mental dan tekanan hidup yang dialami seseorang. Warga sekitar berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, dan meminta semua pihak lebih peduli terhadap sesama sebelum semuanya terlambat. ***













