Petugas Kesehatan Periksa Warga Terdampak Penyakit Kulit di Pugung

Embung atau tempat penampungan air hujan yang tidak pernah kering diduga tercemar. Dampaknya sumur warga yang berada disekitar embung berubah warna menjadi hitam dan tidak dapat difungsikan. (F. Abu Umar)

wawainews.ID, Lamtim - Puskesmas Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, telah mengecek kondisi kesehatan warga terdampak penyakit kulit di Dusun VI,  RT 26, diduga akibat pencemaran lingkungan dari aktifitas usaha penggilingan padi di wilayah setempat.

Pemeriksaan kepada warga terdampak penyakit kulit tersebut sekaligus dilakukan pengambilan sample untuk dikirim ke Dinas Kesehatan Lampung Timur guna diketahui secara pasti penyebab penyakit yang mendera warga apakah dampak pencemaran yang terjadi di Embung lingkungan setempat atau lainnya.

Dokter Bersama Kepala Puskesmas Pugung Rahajor melakukan pemeriksaan langsung warga terdampak penyakit kulit. (F. Abu umar)

"Hasil pemeriksaan dokter Puskesmas, kepada warga terdampak penyakit kulit akan dikirim ke Dinas Kesehatan Lampung Timur, agar diketahui secara pasti penyebab penyakit kulit yang diderita warga disekitar lingkungan Embung tersebut," ungkap Suyono, Kepala Puskesmas Pugungraharjo, ke Wawai News, Rabu (22/5/2019).

Baca Juga: Air Sumur Warga Desa Pugung Berubah Menjadi Hitam

Namun demikian, Suyono, memastikan bahwa  Puskesmas Pugung Raharjo akan menggratiskan perawatan bagi warga disekitaran embung yang terdampak penyakit kulit, di Dusun VI tersebut, sampai Dinas Kesehatan Lampung Timur mengeluarkan hasil uji lab untuk memastikan sumber penyakit.

Kepala Dusun VI, Suyit, ikut mendampingi tim dokter dan kepala Puskesmas Pugung saat melakukan pemeriksaan dilingkungan sekitar Embung mengatakan akan mencari bukti baru terkait penyakit kulit yang menyerang warganya.

"Kita tunggu saja, karena saat ini sudah dilakukan uji lab, dengan mengambil sample dari air di dalam Embung untuk mengetahui penyebab penyakit kulit yang mendera warga di  Dusun VI,"tegas Suyit.

Menurutnya, selain ada aktifitas usaha penggilingan padi yang membuang limbah ke dalam Embung, juga diketahui banyak terdapat kandang ternak disekitar lingkungan setempat.

"Jika hasil Lab sudah keluar maka dapat diketahui penyebab pencemaran Embung, apakah karena usaha gilingan padi, atau kandang ternak warga di sekitarannya yang kurang bersih,"tandas Suyit.

Warga setempat berharap Pemerintah Lampung Timur dapat segera menyelesaikan permasalahan lingkungan yang berdampak kepada warga setempat. Warga mengaku sudah tidak bisa berharap kepada aparatur desa seperti kepala desa ataupun Camat setempat karena persoalan tersebut sudah lama tetapi dilakukan pembiaran.

"Soal lingkungan atau air bersih, ada berapa sumur warga yg sudah tidak dapat di gunakan karna dampak dari air embung yang terindikasi pencemaran limbah gilingan padi, dan rongsokan. Kepala desa dan Camat selama ini tidak merespon meskipun sudah diadukan,"kata warga setempat enggan namanya ditulis.

Kondisi sumur warga dilingkungan Embung di Dusun VI, Desa Pugungraharjo.

Untuk diketahui warga dilingkungan Embung di Dusun VI, terdampak penyakit kulit diduga tercemar aktifitas usaha penggilingan padi milik Abdullah. Dampaknya warga dilingkungan Embung mengalami gatal-gatal mengidap penyakit menular, yaitu penyakit kulit (scabies) atau gudik akibat kutu. (Abu Umar)

Penulis:

Baca Juga