Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum & Kriminal

Posko Pemenangan Caleg Golkar di Bekasi Diteror

×

Posko Pemenangan Caleg Golkar di Bekasi Diteror

Sebarkan artikel ini
Menjelang pencoblos 17 April, salah satu posko pemenangan Caleg dari partai Golkar di Bekasi Utara mendapat teror dari OTK. (F kamelia)

wawainews.ID, Bekasi – Posko Pemenangan Caleg DPRD Kota Bekasi, Daerah Pemiliha  (Dapil) Bekasi Utara, asal Partai Golkar, Hasan Muhtar, di Jalan Pintu Air RT/RW 01/01, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi mendapat teror orang tak dikenal (OTK). 

Teror tersebut terjadi pada Senin (8/4/2019) sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut keterangan saksi, yang juga seorang timsesnya, Wildan (24), teror tersebut berawal dari suara dentuman serupa bom kemudian kaca ruangan pecah, hingga melukai tangan sebelah kirinya.

Example 300x600
Scroll untuk baca artikel

Baca Juga : TPA Sumur Batu Longsor, Banjir Genangi Jalur Penghubung

Atas hal tersebut, Hasan kemudian melaporkan peristiwa ke kepolisian dengan nomor register LP/848/K/IV/2019/SPKT/ Restro Bks Kota. Hasan menyebut kejadian itu mengganggu kerja timnya. Pasalnya pasca kejadian, polisi membentangkan garis kepolisian di posko dan tidak secara langsung mengganggu pergerakan timnya untuk bekerja.

“Saya tidak bisa menyimpulkan (penyebab teror) tapi kalau saya dari sisi sebagai caleg, itu mengganggu kinerja tim kita, karena yang diteror itu posko kita,” kata Hasan usai melapor di Polres Metro Bekasi Kota, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (9/4/2019).

Sebelum melapor ke kepolisian, pihaknya pun sempat mengecek sekitar lokasi dengan menanyai ke sejumlah warga setempat, alih-alih menemukan pelaku, namun hinggi kini tanda-tandanya masih nihil.

Atas arahan pimpinan, dia pun melapor ke kepolisian, berbekal dua barang bukti, yakni pecahan kaca dan sebuah batu berukuran segenggam tangan yang tidak jauh ditemukan di lokasi pecahan kaca.

Hasan pun menanggapi bahwa dapilnya di Bekasi Utara memang dianggap grup panas, dikarenakan banyak petahana berikut caleg-caleg lainnya dengan memperebutkan kursi yang terbilang sedikit, hingga dijuluki dapil neraka. Kendati tidak mau berspekulasi dugaan teror itu akibat persaingan antar caleg, dia berharap pesta demokrasi di wilayahnya terjaga dengan baik.

“Saya sih melihatnya ini lebih ke positif thinking juga, saya memang pemain baru di Bekasi Utara, itu banyak para senior, harapannya saya memberikan sesuatu yang baru. Mudah-mudahan sih bukan ke arah situ (persaingan caleg), ini cuman kejadian biasa,” ujarnya.

Secara khusus, dia pun berharap, Kota Bekasi tetap kondusif dan aman menjelang detik-detik terakhir menuju hari pencoblosan tanggal 17 April nanti.

“Seharusnya hal ini tidak terjadi, apalagi ini di Kota Bekasi, kota yang toleran, tiba-tiba ada insiden ini cukup mengganggu,” tandasnya.