Scroll untuk baca artikel
Politik

PPP Islah Lagi: Dari Perpecahan Jadi Pelukan, dari Dualisme Jadi Dwiwarna

×

PPP Islah Lagi: Dari Perpecahan Jadi Pelukan, dari Dualisme Jadi Dwiwarna

Sebarkan artikel ini
Mardiono menerima SK Kepengurusan PPP dari Menkum. (Dok. Istimewa)

JAKARTA – Dualisme di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) usai Mukernas beberapa hari lalu, kembali mencapai babak baru kali ini bukan dengan adu argumen, tapi adu pelukan.

Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang mengesahkan kepengurusannya, Senin (6/10/2025).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Setelah berbulan-bulan tarik-ulur dan adu versi kepengurusan dengan kubu Agus Suparmanto, Mardiono akhirnya memastikan PPP kini satu suara.

“Dua hari lalu saya bertemu Pak Agus, difasilitasi orang-orang baik, termasuk Gus Taj Yasin. Kami sepakat untuk rekonsiliasi agar perbedaan pendapat tidak lagi tajam dan berkesinambungan,” ujar Mardiono di kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA :  Muktamar PPP X: Dari Lantunan Sholawat, Teriakan “Perubahan” vs “Lanjutkan”, hingga Kursi Terbang

Tampaknya, PPP sadar: terlalu sering bersengketa bisa membuat partai yang membawa embel-embel persatuan ini justru tampak paling “bercerai-berai” di antara partai politik lain.

Kini, Mardiono memastikan rekonsiliasi bukan hanya simbolik. Ia berjanji akan menyusun kepengurusan lengkap dan menegaskan bahwa Mukernas mendatang akan menjadi “forum penyatuan langkah”, meski sejarah partai mengajarkan forum-forum semacam itu kerap juga jadi “forum pembuktian siapa yang lebih berpengaruh.”

BACA JUGA :  Baliho Bertuliskan Ungkapan Jokowi '2024 Jatah Prabowo' Bertebaran di Bandar Lampung

“Insyaallah ini akan jadi introspeksi bagi PPP agar lebih kuat, kokoh, dan tetap menjadi bagian dari perjuangan umat,” ujar Mardiono kalimat yang tampaknya sudah diucapkan setiap kali PPP islah, dari era Djan Faridz hingga Romahurmuziy.

Sementara itu, Menkumham Supratman Andi Agtas menjelaskan bahwa pihaknya memang telah menerima surat perubahan susunan kepengurusan dari kubu Mardiono.

“Antara Mardiono dan Agus sudah melakukan islah. Maka hari ini kami mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Hukum yang baru,” kata Supratman, menegaskan bahwa dualisme sudah berakhir — setidaknya sampai isu pencalonan legislatif berikutnya muncul.

BACA JUGA :  Almira Nabila Fauzi Gelar Reses di Wonosobo, Tanggamus

Dalam politik PPP, istilah islah memang punya makna tersendiri: bukan sekadar damai, tapi jeda sebelum babak baru perselisihan dimulai.

Namun kali ini, dengan SK resmi di tangan dan pelukan simbolis di depan kamera, publik berharap partai berlambang Ka’bah itu bisa kembali fokus pada perjuangan umat bukan pada drama internal yang terus berulang.

Bagaimanapun, PPP adalah partai tua yang seharusnya sibuk memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan sibuk memperbarui struktur kepengurusan di Kemenkumham setiap dua tahun sekali.***