Scroll untuk baca artikel
Opini

Puncak-Puncak Kejayaan Nusantara dan Teknologi Pendukung

×

Puncak-Puncak Kejayaan Nusantara dan Teknologi Pendukung

Sebarkan artikel ini
Candi Borobudur - foto dok pribadi
Candi Borobudur - foto dok ist

Catatan Harian Abdul Rohman Sukardi

WAWAINEWS.ID – Sejarah Nusantara kerap dipahami hanya sebagai rangkaian kerajaan besar. Padahal di balik itu terdapat capaian teknologi yang menjadi fondasi kejayaan politik, ekonomi, dan budaya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Puncak-puncak peradaban seperti Sriwijaya, Mataram Kuno, Majapahit, hingga kesultanan-kesultanan maritim bukan hanya kuat secara kekuasaan. Tetapi juga menunjukkan kemampuan teknologi yang adaptif terhadap lingkungan kepulauan tropis.

Pada masa Kerajaan Sriwijaya, kekuatan utama Nusantara terletak pada teknologi maritim. Penguasaan jalur Selat Malaka bukan semata soal militer, tetapi kemampuan navigasi berbasis angin musim, arus laut, dan bintang.

BACA JUGA :  Syahrin Hamid Mundur dari Komisaris Jakpro, Sebuah Embrio Etika dan Moral Budaya Partai Politik

Sriwijaya membangun ekosistem pelabuhan internasional yang berfungsi sebagai simpul perdagangan Asia. Ini menunjukkan bahwa teknologi logistik laut sudah berkembang sebagai sistem. Bukan sekadar aktivitas pelayaran.

Memasuki era Jawa Kuno, Kerajaan Mataram Kuno memperlihatkan puncak teknologi rekayasa bangunan. Candi Borobudur dan Prambanan menjadi bukti kemampuan teknik arsitektur batu tanpa semen, dengan presisi geometris tinggi dan sistem drainase yang dirancang untuk iklim tropis.

Teknologi ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa tidak hanya membangun secara estetis. Tetapi juga memahami prinsip struktural dan lingkungan secara mendalam.

Pada fase berikutnya, Kerajaan Majapahit menjadi simbol integrasi teknologi maritim, administrasi, dan militer. Armada kapal besar berbasis kayu memungkinkan mobilitas antarwilayah kepulauan.

BACA JUGA :  Prabowo, Indonesia dan Muslim Global

Lebih dari itu, Majapahit mengembangkan sistem pemerintahan mandala yang menunjukkan pemahaman awal tentang manajemen wilayah terdesentralisasi. Teknologi di sini tidak hanya berbentuk alat, tetapi juga sistem sosial dan politik yang kompleks.

Sementara itu, di wilayah timur Nusantara, kesultanan seperti Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore memperkuat posisi Nusantara dalam perdagangan global rempah. Teknologi pengolahan, penyimpanan, dan distribusi komoditas menjadi kunci penting dalam ekonomi dunia abad pertengahan.

Namun, dibandingkan peradaban besar lain seperti Tiongkok atau Eropa, teknologi Nusantara cenderung bersifat adaptif. Bukan industrial atau mekanistik.

Kekuatan utamanya terletak pada kemampuan mengelola lingkungan kepulauan. Menguasai jalur perdagangan laut. Mengintegrasikan budaya dan ekonomi dalam jaringan regional yang luas.

BACA JUGA :  Capres atau Presiden Gagal?

Dengan demikian, kejayaan Nusantara tidak dapat dipisahkan dari teknologi yang sesuai dengan konteks geografisnya. Ia bukan peradaban mesin atau baja. Melainkan peradaban laut, batu, dan jaringan perdagangan.

Sebuah bentuk kecanggihan yang sering kali diremehkan. Tetapi menjadi salah satu fondasi penting sejarah dunia.

Masa depan kejayaan Indonesia juga tidak lepas dari kemajuan teknologi. Berbasis keunikan Nusantara. Itu yang harus disiapkan.

Jakarta, ARS (rohmanfth@gmail.com). Esais & Penulis Independen. Menulis tema/isu Sosial Politik, Hukum, Kebijakan Publik dan Peradaban.