Scroll untuk baca artikel
AdvertorialParlementaria

Reses Ahmad Murodi, Cetak Atlet dan Karakter Muda

×

Reses Ahmad Murodi, Cetak Atlet dan Karakter Muda

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Murodi saat reses di RW 008, Jatimakmur, Pondokgede, Senin (16/2/2026). - foto doc

KOTA BEKASI — Reses I Tahun Anggaran 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Murodi, di Jl H. Hamid RT 004/008, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, tak hanya bicara soal jalan rusak atau saluran air. Fokus utamanya justru pembinaan generasi muda mencari cara agar anak-anak Bekasi tumbuh berprestasi, bukan sekadar sibuk dengan gawai.

Dalam dialog bersama warga, Murodi menekankan pentingnya menghadirkan ruang aktivitas positif di tingkat lingkungan. Salah satu yang ia dorong adalah penguatan perguruan pencak silat Perisai Putih Nusantara sebagai wadah pembinaan karakter dan prestasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Pelatihnya bukan orang sembarangan. Mereka pernah ikut kejuaraan bahkan meraih medali emas. Dari pengalaman itu kita berharap pencak silat di Kota Bekasi bisa berkembang,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

BACA JUGA :  Pj Wali Kota Bekasi Jadi Pembina Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2024

Murodi menilai pembinaan atlet tidak harus selalu dimulai dari panggung besar. Fondasi justru dibangun dari RT dan RW, melalui latihan rutin, kedisiplinan, dan konsistensi.

Beberapa peserta bahkan pernah mengikuti pelatihan di luar Kota Bekasi. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal sosial yang bisa ditularkan kepada anggota lain di Jatimakmur.

Baginya, olahraga bela diri bukan sekadar mengejar medali, tetapi membentuk mental tangguh, disiplin, serta rasa tanggung jawab.

Politisi Fraksi PKB itu juga mendorong pengurus baru Perisai Putih Nusantara menjalin komunikasi resmi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi. Audiensi dinilai penting agar pembinaan terintegrasi dengan program pemerintah daerah.

BACA JUGA :  Wakil Wali Kota Harris Bobihoe Apresiasi Inovasi Teknologi Robotik di Dunia Medis

Langkah ini membuka peluang akses fasilitas latihan, dukungan event, hingga kesempatan mengikuti kejuaraan seperti Porprov maupun Porda.

“Pembinaan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Harus ada koneksi dengan pemerintah agar arah dan targetnya jelas,” tegasnya.

Di tengah kekhawatiran orang tua terhadap kecanduan gadget dan minimnya interaksi sosial anak, Murodi melihat pencak silat sebagai solusi konkret. Ia mendorong orang tua aktif mengarahkan anak pada kegiatan fisik yang membangun karakter.

“Kita ingin anak-anak punya ruang ekspresi diri. Daripada hanya main gadget, lebih baik ikut pencak silat. Dampaknya positif untuk keluarga dan lingkungan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Dawam Pesan PT Pos Indonesia Beri Layanan Terbaik Terkait Pengiriman KTP

Olahraga bela diri, menurutnya, mampu melatih keberanian, sportivitas, serta menjaga pergaulan remaja agar tetap sehat.

Reses tersebut menjadi momentum bahwa pembangunan kota tak hanya diukur dari beton dan aspal. Kualitas generasi muda adalah investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depan daerah.

Warga pun berharap perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembinaan SDM sejak usia dini.

Karena ketika lingkungan hidup dengan aktivitas positif, anak-anak aktif berkegiatan, dan orang tua terlibat, masalah sosial perlahan berkurang. Dari gelanggang pencak silat di tingkat RW, bukan mustahil lahir atlet berprestasi bahkan kebanggaan Kota Bekasi di tingkat provinsi maupun nasional.***