PRINGSEWU — Pemerintah Kabupaten Pringsewu kembali menggelar “ritual tahunan” birokrasi: pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. Sebanyak 44 pejabat administrator dan pengawas resmi dilantik oleh Bupati Riyanto Pamungkas di Aula Utama Kantor Pemkab Pringsewu, Kamis (2/4/2026).
Pelantikan ini mengacu pada SK Bupati Nomor 100.3.3.2 – 260 Tahun 2026 tentang pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian PNS dalam jabatan administrator dan pengawas, yang sebelumnya telah mengantongi rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara.
Dalam sambutannya, Bupati Riyanto menyebut langkah ini sebagai bagian dari “dinamika organisasi” untuk memperkuat dan menyegarkan birokrasi, sekaligus memastikan roda pemerintahan berjalan lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kalimat yang terdengar ideal meski publik kerap bertanya dalam hati seberapa sering “penyegaran” benar-benar menyentuh kinerja, bukan sekadar rotasi nama di papan jabatan?
Bupati Riyanto menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar kedudukan administratif, melainkan tanggung jawab besar dalam menggerakkan organisasi dan memastikan aparatur bekerja dengan integritas serta profesionalisme.
“Jabatan ini bukan sekadar posisi, tapi amanah untuk memastikan kebijakan berjalan dan pelayanan publik meningkat,” ujarnya.
Pesan normatif yang selalu hadir di setiap pelantikan—dan selalu diuji setelah tepuk tangan usai.
44 Pejabat, Dari Eselon III hingga IV
Berdasarkan data, total 44 pejabat dilantik dengan rincian:
- 7 orang eselon III.a
- 17 orang eselon III.b
- 16 orang eselon IV.a
- 4 orang eselon IV.b
Sejumlah nama yang menempati posisi strategis di antaranya:
Eko Subagyo (Camat Pagelaran), Reka Pahlefi (Sekdis Koperindag), Darli Yonhas (Sekdis PPPAPPKB), Sri Ermalia (Sekdis Pertanian), Ahmad Abyadh (Sekdis Lingkungan Hidup), hingga Reza Vahlevi (Kabag Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Setwan).
Sementara itu, posisi di level kecamatan dan teknis juga diisi oleh nama-nama seperti Sofyan Harnadi, Herdian, hingga Rizky Irsyad Fauzan.
Secara administratif, semua tampak rapi. Tinggal satu pertanyaan klasik: apakah pergeseran ini akan berdampak nyata di lapangan?
Di momen yang sama, Bupati Riyanto bersama Wakil Bupati Umi Laila juga menyerahkan SK pensiun dan tali asih kepada dua ASN yang memasuki masa purnatugas, yakni Ibnu Harjianto dan Sidik Priyanto.
Seremoni ini menjadi pengingat bahwa dalam birokrasi, jabatan selalu punya dua sisi: yang datang dengan harapan, dan yang pergi dengan catatan baik tertulis maupun tidak.***













