Scroll untuk baca artikel
KesehatanMegapolitanZona Bekasi

Parah! RS Harum Jakarta Buang Limbah Medis di Bekasi

×

Parah! RS Harum Jakarta Buang Limbah Medis di Bekasi

Sebarkan artikel ini

WAWAINEWS – Rumah Sakit (RS) Harum Sisma Medika, Jakarta membuang limbah medis di Sumur Batu, Bantar Gebang Kota Bekasi, Jawa Barat dengan dibawa oleh mobil pick-up jenis L-300 untuk mengangkut limbah medis diduga B3.

Dari penulusuran tim media limbah diduga B3 yang diangkut menggunakan pick-up keluar dari RS Harum Jakarta hingga ke pembuangan sampah di Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Setibanya di Sumur Batu pick-up bermuatan bukti limbah medis seperti bekas jarum suntik, bekas jarum infus, limbah bekas obat, dan busa dengan ceceran darah dibuang sembarangan di areal Sumur Batu.

Sopir pick-up saat dikonfirmasi di lokasi pembuangan di Sumur Batu mengakui jika ia tak memperoleh kesulitan saat pengambilan limbah medis-B3 dari RS Harum.

“Saya tidak diberikan surat jalan, karena telah biasa ambil limbah medis jadi sudah biasa,” terang Jangkung pada wartawan.

BACA JUGA :  SMPN 2 Sekampung Udik Gelar Vaksin 1000 Dosis

Bahkan tambahnya lagi tidak ada hambatan dalam pengambilan limbah medis dan tanpa manifes.

Jadwal pengambilan limbah medis-B3 lanjut Jangkung, dilakukannya pada jam 22.00 WIB.

“Langkah selanjutnya sampah dibungkus kantong plastik besar kita bongkar dipilah di penampungan Ciketing Udik, Sumur Batu,” papar Jangkung.

Sementara itu Hendro Febrianto dari pihak Manajemen RS Harum Jakarta, yang ditemui awak media menyatakan kaget atas temuan tersebut.

BACA JUGA :  LINAP : Proyek PSEL Itu Buat Pabrik atau Hanya Beli Alat Pembakar Sampah?

“Limbah organik dan limbah medis-B3 sudah dipilah dan ada TPS domestik tersendiri,” kata Hendro Febrianto koordinator K3 di RS Harum, pada Rabu (27/4) saat dihubungi di kantornya.

Menurut Hendro jadwal PT Reksa Wijaya Mandiri dalam pengangkutan limbah adalah pukul 02.00 WIB dini hari. “Selama ini tidak ada masalah termasuk dengan Kementerian Lingkungan Hidup sekalipun,” tandas Hendro bela diri.