Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Wisata

Sampah Berserakan di Taman Purbakala Pugungraharjo

×

Sampah Berserakan di Taman Purbakala Pugungraharjo

Sebarkan artikel ini
Sampah berserakan di berbagai titik, di lokasi Taman Purbakalan hal itu minimnya kesadaran ditambah tidak adanya kotak sampah tersedia di lokasi tersebut. (F. WWN)

wawainews.ID, Lamtim – Pengunjung yang tidak menjaga kebersihan, mengakibatkan sampah berserakan diberbagai titik di Taman Purbakala Pugungraharjo, Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur. Hal tersebut terjadi akibat minimnya kotak sampah yang tersedia di lokasi bersejarah itu.

“Sampah bertebaran di mana-mana. Mayoritas sampah plastik berupa botol minuman ringan, pembungkus makanan, kantong plastik dan lain sebagainya,” kata Basuny, Pengunjung dari desa Bojong, yang mengaku membawa keluarganya dari Jakarta, Selasa (10/6/2019).

Example 300x600
Scroll untuk baca artikel

Baca Juga: Ini, Lokasi Hits Berswafoto Saat Melintasi Lamtim

Menurutnya, bagaimana sampah tidak berserakan di berbagai titik. Pertama tidak ada petugas Taman Purbakala yang memberi peringatan dalam bentuk himbauan, kedua tidak tersedianya kotak sampah sebagai fasilitas yang tersedia.

Sampah pengunjung Taman Purbakal berserakan di berbagai titik. Sampah didominasi sampah plastik yang dibuang sembarangan atau ditinggalkan begitu saja, Senin (10/6/2019). (Foto; WWN)

Namun demikian seharusnya imbuh dia, wisatawan yang ikut menikmati indahnya objek wisata alam Taman Purbakala turut menjaga kebersihan meskipun di lokasi minim tempat sampah, minimalnya sampah tersebut tidak dibuang sembarangan.

Apalagi sampah itu mayoritas adalah plastik yang membutuhkan puluhan tahun untuk bisa terurai di alam. Akibatnya keindahan alam Taman Purbakala rusak, dan pengunjung berkesan bahwa Purbakala tidak terawat.

Pantauan di lokasi Punden 7, yang tertinggi dengan dikelilingi rumput hijau dipenuhi sampah pengunjung setelah kumpul dan makan bersama keluarga atau lainnya. Begitupun sampah ditempat pemandian Megalitik dan batu kelamin dipenuhi sampah plastik.

Jika dibiarkan sampah bisa turun di hulu sungai, dan berdampak pada kerusakan mata air. Memasuki H+6, pengunjung Taman Purbakala dari berbagai daerah masih memadati lokasi tersebut, mereka ingin menikmati suasana alam, sejarah, merasakan sensasi gigitan ikan dan berenang bersama keluarga.

“Taman Purbakala ini, memiliki nuansa alam yang damai, apalagi menjelang sore kesejukan dan bisa melepas penat sebelum kembali ke kota untuk kembali beraktigitas setelah libur Idul Fitri,”ujar Yuni, pengunjung dari Sidorejo yang mengaku bekerja di Jakarta. (Wahid)