Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Seleksi Nasional Madrasah Unggulan Kemenag 2026 Dibuka, Kursi Tetap Terbatas

×

Seleksi Nasional Madrasah Unggulan Kemenag 2026 Dibuka, Kursi Tetap Terbatas

Sebarkan artikel ini
Gerbang gedung MTsN 1 Tanggamus dipadati oleh orang tua calon peserta didik baru, pada Sabtu 6 April 2023.
Gerbang gedung MTsN 1 Tanggamus dipadati oleh orang tua calon peserta didik baru, pada Sabtu 6 April 2023.

WawaiNEWS.id – Kementerian Agama kembali membuka “gerbang emas” menuju madrasah unggulan nasional. Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027 resmi digelar. Seperti biasa, antusiasme diprediksi tinggi, sementara kursi yang tersedia tetap eksklusif alias rebutan.

Pendaftaran dibuka penuh secara daring. Jalur prestasi berlangsung selama sebulan, 2 Januari hingga 2 Februari 2026. Sementara jalur tes yang mengandalkan Computer Based Test (CBT) dibuka hingga 7 Februari 2026. Di saat yang sama, panitia juga melakukan seleksi berkas, memastikan mimpi ribuan siswa disaring sejak tahap administratif.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, menegaskan seluruh proses dilakukan online. Efisien, modern, dan tentu saja tanpa alasan teknis bagi siapa pun yang gagal mendaftar.

BACA JUGA :  Menkeu Ungkap Modus Korupsi Dana BOS

“Pendaftaran seleksi sepenuhnya digelar secara online, baik jalur prestasi maupun jalur tes,” ujar Nyayu di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Madrasah Unggulan: Banyak Nama, Kursi Tetap Elit

Tahun ini, Kemenag menawarkan empat jenis madrasah unggulan:

  1. MAN Insan Cendekia (MAN IC) – ikon madrasah akademik unggulan
  2. MAN Program Keagamaan – pabrik calon ulama-intelektual
  3. Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) – jalur vokasi versi madrasah
  4. MAN Program Unggulan Nasional

Seleksi dibagi dua jalur:

  • Jalur Tes, melalui CBT, diperuntukkan bagi lulusan MTs/SMP negeri dan swasta, Pendidikan Diniyah Formal (PDF), serta Pendidikan Muadalah yang memenuhi syarat.
  • Jalur Prestasi, tanpa tes, namun dengan kuota terbatas dan standar prestasi yang ketat.
BACA JUGA :  Aplikasi EMIS 4.0, Transformasi Digital Pendidikan Keagamaan

Untuk MAN IC, MAKN, dan MAN Program Unggulan Nasional, jalur prestasi hanya mendapat 10% dari total kuota. Sementara MAN Program Keagamaan sedikit lebih “dermawan” dengan 20% kuota. Selebihnya? Silakan adu nilai, mental, dan keberuntungan di jalur tes.

Angka yang Bicara: Unggulan, Tapi Belum Massal

Nyayu Khodijah membeberkan kapasitas madrasah unggulan yang dibina Kemenag:

  • 25 MAN Insan Cendekia di 25 provinsi, daya tampung 2.708 siswa
  • 11 MAN Program Keagamaan, daya tampung 528 siswa
  • 5 MAKN, daya tampung 383 siswa
  • 5 MAN Program Unggulan Nasional, daya tampung 186 siswa

Jika dibandingkan dengan jutaan lulusan MTs dan SMP setiap tahunnya, angka ini menegaskan satu hal: madrasah unggulan Kemenag masih menjadi barang langka—dan justru itu yang membuatnya “unggul”.

BACA JUGA :  1 Syawal 1440 H Jatuh pada 5 Juni 2019

Sekolah Boleh Rekomendasi, Tapi Negara Tetap Menyaring

Setiap MTs, SMP, PDF, dan Pendidikan Muadalah diberi hak merekomendasikan murid terbaiknya. Namun rekomendasi hanyalah tiket masuk awal. Negara tetap memegang palu seleksi terakhir.

“Hasil seleksi jalur prestasi diumumkan pada 13 Februari 2026, sedangkan jalur tes pada 6 Maret 2026,” tegas Nyayu.

Di balik seleksi ini, Kemenag seolah ingin menyampaikan pesan: madrasah bukan lagi pilihan kedua, tetapi jalur elite meski belum semua bisa masuk. Pendidikan unggulan dibuka lebar secara sistem, namun tetap disaring ketat oleh kuota. Mimpi boleh nasional, kursi tetap terbatas.***