Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Seleksi Pimpinan Baznas Kota Bekasi Diuji Isu Parpol, Dua Nama Terancam Gugur

×

Seleksi Pimpinan Baznas Kota Bekasi Diuji Isu Parpol, Dua Nama Terancam Gugur

Sebarkan artikel ini
pamflet pendaftaran calon pimpinan Baznas Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Dua peserta yang tengah mengikuti tahapan seleksi kompetensi Calon Pimpinan (Capim) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi periode 2026–2031 menjadi sorotan lantaran diduga masih tercatat sebagai pengurus aktif partai politik sebuah status yang secara regulasi menjadi larangan mutlak.

Dua nama tersebut adalah Ustadz Moh. Nurcholiq, S.Pd.I dan H. Sohibul W.T. Arifin. Berdasarkan Surat Keputusan DPP PKB Nomor 6276/DPP/01/III/2021 tentang Susunan Pengurus DPC PKB Kota Bekasi, Nurcholiq tercatat sebagai Mustasyar, sementara Sohibul menjabat Wakil Sekretaris.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Temuan ini sontak menimbulkan pertanyaan publik bagaimana mungkin pengurus partai politik bisa melenggang hingga tahap seleksi kompetensi lembaga amil zakat yang dituntut steril dari kepentingan politik praktis?

BACA JUGA :  Permudah Masyarakat Berzakat, Baznas Jabar Diminta Berinovasi

Tim Seleksi (Timsel) Capim Baznas Kota Bekasi merespons tegas. Agus Harfa, anggota Timsel, menegaskan bahwa seluruh peserta yang lolos administrasi sejatinya telah melalui proses verifikasi dokumen dan menandatangani pakta integritas.

“Semua peserta sudah membuat pernyataan tertulis. Kalau nanti terbukti masih menjadi pengurus partai politik, maka secara otomatis dinyatakan gugur,” tegas Agus Harfa saat dikonfirmasi di sela tahapan seleksi, Selasa (6/1/2026).

Agus menekankan bahwa Baznas bukan ruang kompromi bagi kepentingan politik. Lembaga pengelola zakat, kata dia, harus dijalankan oleh figur yang netral, independen, dan profesional, demi menjaga kepercayaan muzaki dan mustahik.

BACA JUGA :  Ikrar Netralitas ASN di Kota Bekasi Ternodai, Trinusa Temukan Oknum Lurah Tak Netral

“Sesuai aturan, pimpinan Baznas dilarang terlibat parpol. Tidak ada tafsir lain. Titik,” ujarnya lugas.

Isu ini menjadi sensitif karena Baznas mengelola dana umat dalam jumlah besar. Publik menuntut agar lembaga tersebut bebas dari potensi konflik kepentingan. Sebab, zakat idealnya mengalir untuk kesejahteraan, bukan terseret arus konsolidasi politik.

Di sisi lain, keikutsertaan pengurus partai dalam seleksi ini menimbulkan ironi tersendiri, ketika pakta integritas sudah ditandatangani, tetapi afiliasi politik masih melekat di struktur resmi partai.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizki Topananda, belum memberikan keterangan resmi terkait status kepengurusan dua kadernya yang kini berada dalam pusaran seleksi pimpinan Baznas Kota Bekasi.

BACA JUGA :  Seleksi Baznas Kota Bekasi 2026 Bergulir, Isu Pengurus Parpol Mencuat

Di tengah sorotan tersebut, Timsel memastikan tahapan seleksi tetap berjalan sesuai agenda. Pada hari ini, peserta mengikuti Tes Pengetahuan Dasar berbasis CAT serta Penulisan Makalah, yang menjadi instrumen awal penilaian kompetensi.

Agus Harfa menyampaikan bahwa hasil tahapan ini akan segera diumumkan.

“Insyaallah, hasilnya akan kami sampaikan dalam tiga hari ke depan. Kami berkomitmen menjaga proses seleksi ini transparan, akuntabel, dan sesuai hukum,” pungkasnya.

Seleksi Baznas kali ini pun bukan sekadar mencari figur yang paham zakat, tetapi juga figur yang mampu menjaga jarak dari politik karena mengelola amanah umat menuntut lebih dari sekadar kepandaian administratif.***