Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Sempat Down, Pj Gubernur Jabar Pastikan Website PPDB Sudah Normal

×

Sempat Down, Pj Gubernur Jabar Pastikan Website PPDB Sudah Normal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi PPDB

BANDUNG — Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan pelayanan PPDB Jabar 2024 melalui website sudah bisa diakses secara normal, setelah sempat mengalami gangguan di hari pertama.

Gangguan dihari pertama hingga website down, ungkapnya, dikarenakan pengakses membludak, namun demikian ditegaskan bahwa per Selasa (4/6/2024) sudah kembali normal.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Kemarin memang server-nya drop tapi hari ini sudah diperbaiki dan sepertinya sudah baik dan ya tinggal pelaksanaan. Hari ini saya cek sudah bagus,” ujar Bey Machmudin saat ditemui di Gedung Sate Bandung, Selasa (4/6/2024).

BACA JUGA :  Densus 88 Perkuat Ketahanan Ideologi Pelajar di NTT, Tangkal Radikalisme Sejak Dini

Bey juga mengemukakan sudah menyiapkan solusi apabila kejadian serupa terulang, yakni stress test server online dan aplikasinya secara berkala.

“Antisipasinya pertama sudah disiapkan jadi sudah stress test, kita cek juga di aplikasi jangan sampai ada yang menahan ( server ), sudah dicek ulang semuanya insyaallah sudah lancar. Kemarin juga ada yang protes tidak terkoneksi dengan Dukcapil, sekarang sudah,” ungkapnya.

Bey tetap mewanti-wanti agar PPDB  berjalan tanpa ada kecurangan yang dilakukan pihak manapun.

“Jadi tinggal mohon bantuan (teman-teman media) untuk pengawasan pada saat pelaksanaan itu,” pinta Bey.

BACA JUGA :  Wisata Cookies di Bandung, Destinasi inovatif Perpaduan Kuliner dan Edukasi

Ia berharap tidak ada lagi cerita yang muncul ke publik tentang titip menitip dan juga menggunakan kenalan orang dalam saat pendaftaran. 

“Yang saya minta transparan, tidak ada titip-titipan, tidak ada orang dalam, tidak ada sogok menyogok, itu tolong sampaikan kepada kami (jika ada kecurangan),” pungkas Bey.

Plh. Kepala Dinas Pendidikan Jabar M. Ade Afriandi menambahkan bahwa gangguan ini disebabkan tingginya potensi kuota pada jalur zonasi yang mencapai 50 persen serta peningkatan signifikan jumlah pendaftar secara mandiri.

Akses yang semakin terbuka telah mendorong animo masyarakat untuk mendaftar, yang mengakibatkan beban berlebih pada sistem.

BACA JUGA :  Gaji Guru P3K di Lampung Akhirnya Disepakati, Begini Skemanya!

“Kami telah mengantisipasi potensi lonjakan pendaftar dan sedang melakukan evaluasi serta tindakan perbaikan yang diperlukan. Meskipun terjadi gangguan, kami ingin menegaskan bahwa calon peserta didik sekolah dapat mendaftar secara online di  tujuan dengan bantuan operator sekolah,” tuturnya.

Atas terjadinya gangguan sistem dimaksud, Plh. Kadisdik Jabar menyampaikan permohonan maaf.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan serta terus meningkatkan kualitas layanan,” ungkapnya.***