Di samping itu, Uya Kuya juga sempat menyinggung adanya dugaan apotek di lapas yang digunakan untuk memakai narkoba.
Sipir ini lantas membenarkan pernyataan Uya Kuya.
BACA JUGA: Kasihan, Napi Dibawah Umur Asal Desa Nibung Alami Kelumpuhan di Lapas
“Betul ada, kalau yang mengelola napi-napi itu sendiri,” ucap sipir tanpa identitas.
“Umpamanya nih napi itu di luar ini bandar narkoba, kalau di dalam itu dia untuk memenuhi kebutuhannya, atau untuk mengsukseskan vonisnya agar hukumannya rendah dia masih jual narkoba di dalam,” sambungnya.
Tio Pakusadewo Bongkar Bisnis Gelap Dalam Lapas
BACA JUGA: 15 Warga Binaan Langsung Bebas dari Lapas Bekasi
Tio sebelumnya menyebut terdapat bisnis yang dikelola dengan resmi dalam lapas, mulai dari makanan hingga narkoba.
Tio menjelaskan berbagai program dijalankan oleh salah satu foundation, dengan berbagai program, mulai dari musik hingga pelatihan.
“Gw dilarang oleh menggunakan narkoba di dalam, tapi kita tahu bahwa di dalam sana mereka juga jual narkoba,” terang Tio.
BACA JUGA: Tersangka Kasus Korupsi Dana BOS di Lampung Tengah Dijebloskan ke Lapas
Selain itu dalam lapas itu juga banyak bisnis lain, mulai dari ngecas handphone hingga jualan hanphone pada hari-hari tertentu.
Dalam video dengan Uya Kuya yang diunggah di akun Uya Kuya TV, Tio menjelaskan bahwa kalau punya uang kita akan jadi raja di dalam sana.
Tio menjelaskan bahwa dulu ada disco dalam sebuah kamar, di mana malam-malam tertentu ada pesta dan yang datang adalah KS atau kepala suku.









