Scroll untuk baca artikel
Opini

Sukarno dan Puan Maharani: Refleksi atas Kekuasaan Oligarki di Indonesia

×

Sukarno dan Puan Maharani: Refleksi atas Kekuasaan Oligarki di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Sukarno dan Puan Maharani - foto net

Rahmawati dengan lantang menjawab bahwa bapaknya harus bersekutu dengan Jepang, untuk mengusir Belanda, yang sudah menzalimi Indonesia 3,5 abad.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Itu sebuah pilihan sulit. Dan pilihan itu jelas mengantarkan Indonesia merdeka.

Di luar urusan bersekutu dengan Jepang, saya meyakini Sukarno tidak ada keraguan dalam berjuang.

BACA JUGA :  "Ah, Amburadul Semua"

Dalam buku saya, “Menggugat Indonesia Menggugat”, 2022, dan tulisan saya di RMOL , 2022, “Mengenang Ideologi Sukarno Muda” dan “Syahganda: Bung Karno Menghancurkan Oligarki, tapi Sekarang Oligarki Kembali Berkuasa”, diuraikan bahwa Sukarno telah memilih sintesis Sosialisme dan Islamisme  dalam ideologi pilihannya. Sukarno menguraikan cita-cita PNI (Partai Nasional Indonesia) selain memajukan ekonomi rakyat miskin, juga memuat pernyataan anti riba.

BACA JUGA :  Anies itu Fakta, Bukan Citra

Dari semua rujukan Bung Karno untuk berjuang, dia menyebutkan Partai Syarikat Islam, Budi Utomo dan ISDV (Organisasi yang dibangun Henk Snevlit dengan spirit Sosialisme) sebagai contoh yang patut diteladani.