Scroll untuk baca artikel
Lampung

Tanggul Sungai Way Belu Jebol, Banjir Ancam 4 Pekon di Kota Agung Barat

×

Tanggul Sungai Way Belu Jebol, Banjir Ancam 4 Pekon di Kota Agung Barat

Sebarkan artikel ini

WAWAINEWS.ID – Tanggul sungai Way Belu kembali jebol. Arus air menyerang pemukiman warga di dusun Banding Baru, pekon (desa-ed) Kanyangan, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Dampak lain dari jebolnya tanggul Way Belu, ada empat pekon terancam banjir apabila debet air meningkat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

BACA JUGA: Tokoh Masyarakat Pertanyakan Kelanjutan Pemasangan Bronjong Way Belu

Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan debit air meningkat mengakibatkan tanggul sungai Way Belu jebol sehingga sejumlah rumah di dusun Banding Baru pekon Kanyangan terendam banjir, pada Minggu malam 3 Desember 2023 sekira pukul 23.00 WIB.

BACA JUGA :  Aset Pekon Banyu Urip Banyak Hilang, Kakon: Terserah Warga Mau Lapor atau Tidak

Menurut warga pekon Kanyangan, Herlin mengatakan tanggul jebol sekitar pukul 23.00 WIB kemudian aliran air memasuki pemukiman warga dan merendam beberapa rumah yang terletak di bantaran sungai Way Belu.

“Aliran air sudah tumpah ke jalan dan memasuki pemukiman warga, ada Empat rumah tadi malam yang terendam dan warga sempat panik karena melihat derasnya aliran air memasuki pemukiman warga” kata Herlin, Senin 4 Desember 2023.

BACA JUGA: Pemkab Tanggamus sisihkan Rp800 Juta untuk tanggul Way Belu

Herlin menambahkan, bahwa ada empat pekon yang terancam banjir, dampak dari debit air sungai Way Belu kembali meningkat, labih lagi saat ini tanggul telah jebol sehingga masyarakat setempat semakin hawatir.

BACA JUGA :  KLTM Cabut Laporan Terkait Kasus Dugaan Asusila Badrun di BK DPRD Lampung Timur?

“Kalau ga berhenti hujannya tadi malam mungkin air meluas hingga empat pekon yang terendam banjir, yakni pekon Kanyangan, Banjar Masin, Negara Batin dan pekon Belu, tapi syukurlah hujannya reda” tandasnya.

Sementara tokoh masyarakat pekon Kanyangan, Warmansyah menyayangkan tindakan dari Pemkab Tanggamus melalui Badan Penanggupangan Bencana Daerah (BPBD) yang hanya melakukan normalisasi dan tidak ada upaya untuk memasang bronjong.