Scroll untuk baca artikel
Nasional

Tenang! Pemerintah Pasti 1 April Tak Ada Kenaikan BBM

×

Tenang! Pemerintah Pasti 1 April Tak Ada Kenaikan BBM

Sebarkan artikel ini
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.341.07 di Simpang Empat Desa Gunung Sugih Besar, Sekampung Udik, Lampung Timur
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.341.07 di Simpang Empat Desa Gunung Sugih Besar, Sekampung Udik, Lampung Timur

JAKARTA — Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sempat bikin gaduh menjelang 1 April 2026 akhirnya dipatahkan pemerintah. Kabar yang beredar soal naiknya harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, dipastikan tidak benar.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pemerintah bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Pertamina telah melakukan koordinasi atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Hasilnya: belum ada rencana penyesuaian harga BBM per 1 April.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Prasetyo, Selasa (31/3/2026).

Ia juga meminta masyarakat tidak panik, seraya memastikan ketersediaan BBM nasional dalam kondisi aman.

BACA JUGA :  Nataru 2020, Gubernur Lampung Pastikan BBM dan LPG Tercukupi

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan kabar kenaikan sejumlah BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex. Isu ini cepat menyebar, apalagi di tengah tren kenaikan harga minyak dunia.

Namun pemerintah memastikan, setidaknya untuk awal April ini, harga masih “parkir di tempat”.

Tekanan global memang nyata. Harga minyak mentah dunia disebut telah menembus 115 dolar AS per barel, dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah. Sejumlah negara seperti Thailand, Filipina, hingga Australia bahkan sudah lebih dulu menaikkan harga BBM.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyebut pemerintah masih mempertimbangkan kondisi masyarakat, khususnya kalangan bawah.

BACA JUGA :  KKP Serahkan Bantuan ke Garda Terdepan Aksi Konservasi di Sumbar

“Bapak Presiden punya hati untuk memperhatikan rakyat kecil,” ujar Bahlil.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kebijakan energi tak melulu soal hitungan ekonomi, tapi juga pertimbangan sosial meski tentu saja, rumusnya tidak selalu sederhana.

Bahlil menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas harga BBM subsidi demi melindungi daya beli masyarakat.

Sementara untuk BBM nonsubsidi, terutama yang digunakan sektor industri atau masyarakat mampu (seperti RON 95 ke atas), harga tetap mengikuti mekanisme pasar.

Dengan kata lain, bagi yang mampu, fluktuasi harga adalah bagian dari “konsekuensi logis”. Sedangkan bagi masyarakat bawah, negara masih berupaya hadir sebagai penyangga.

Meski harga BBM dipastikan tidak naik per 1 April, pemerintah tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian di masa depan.

BACA JUGA :  Isu BBM Naik Picu Panic Buying di Sumatera: SPBU Diserbu, Antrean Mengular hingga Jalan Raya

Bahlil sendiri beberapa kali mengulang frasa yang cukup menggantung: “tunggu tanggal mainnya.”

Kalimat yang bagi sebagian orang menenangkan, tapi bagi sebagian lain terdengar seperti trailer filmnya belum tayang, tapi tegangnya sudah terasa.

Keputusan menahan harga BBM saat ini menjadi kabar baik bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. Namun tantangan ke depan masih terbuka lebar, seiring fluktuasi harga minyak dunia yang belum menunjukkan tanda stabil.

Untuk sekarang, masyarakat bisa bernapas lega. Tapi seperti biasa dalam urusan energi: tenang hari ini, belum tentu besok.***