Rudal dan Drone Menghujani Negara Teluk
Konflik juga merembet ke kawasan Teluk.
Negara-negara seperti Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab melaporkan rudal serta drone melintas di wilayah udara mereka.
Qatar menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sembilan dari sepuluh drone Iran yang menuju wilayahnya.
Sementara Arab Saudi juga melaporkan keberhasilan mencegat sejumlah drone di dekat ibu kota Riyadh.
Di tengah ketegangan tersebut, Kuwait bahkan mulai mengurangi produksi minyak karena keterbatasan kapasitas penyimpanan akibat gangguan distribusi.
Inggris Kirim Jet Tempur
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan kesiapan membantu pertahanan Arab Saudi jika konflik meluas.
Inggris berencana mengirim jet tempur tambahan, helikopter militer, dan kapal perusak ke kawasan Teluk.
Pesawat tempur Typhoon juga dijadwalkan ditempatkan di Qatar untuk memperkuat patroli udara.
Israel Terus Diserang
Di sisi lain, Iran terus meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel.
Ledakan dan sirene peringatan terdengar di Tel Aviv, wilayah Israel utara, hingga dekat Beersheba di Gurun Negev.
Analis militer menilai serangan berulang Iran bertujuan membebani sistem pertahanan udara Israel dan menguras stok rudal pencegatnya.
Hizbullah Ikut Turun Tangan
Kelompok Hizbullah di Lebanon juga mulai terlibat dengan menembakkan roket ke Israel utara.
Israel merespons dengan serangan udara besar-besaran ke sejumlah kota di Lebanon selatan dan timur.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, 217 orang tewas sejak serangan dimulai.
Ribuan warga kini mengungsi dari kota Tyre dan pinggiran selatan Beirut, sementara sekolah-sekolah di ibu kota digunakan sebagai tempat penampungan darurat.
Irak dan Lebanon Ikut Terseret
Di Irak, sebuah drone dilaporkan menghantam hotel Erbil Arjaan by Rotana setelah Kedutaan Besar AS memperingatkan kemungkinan serangan dari kelompok yang bersekutu dengan Iran.
Sementara di Lebanon timur, Hizbullah mengklaim bentrokan dengan pasukan Israel di wilayah Lembah Bekaa setelah mendeteksi helikopter militer Israel memasuki wilayah tersebut.
Biaya Perang: Hampir USD 1 Miliar per Hari
Menurut laporan Center for Strategic and International Studies, 100 jam pertama Operasi Epic Fury menelan biaya sekitar 3,7 miliar dolar AS, atau hampir 900 juta dolar per hari.










