Scroll untuk baca artikel
Internasional

Timur Tengah Membara: 1.332 Tewas di Iran, AS Hantam 3.000 Target dan Tuntut “Penyerahan Tanpa Syarat”

×

Timur Tengah Membara: 1.332 Tewas di Iran, AS Hantam 3.000 Target dan Tuntut “Penyerahan Tanpa Syarat”

Sebarkan artikel ini
Rudal balistik Kheibar (Foto: Iran's Ministry of Defence/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS)

Presiden Trump bahkan menyatakan industri pertahanan AS akan melipatgandakan produksi senjata untuk mendukung operasi militer tersebut.

Sementara itu, pesawat pembom B-1 Lancer telah dikerahkan ke pangkalan militer AS di Inggris untuk memperkuat kemampuan serangan jarak jauh.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dampak Kemanusiaan

Sejak perang dimulai pada 28 Februari, konflik telah menimbulkan korban jiwa di berbagai negara:

BACA JUGA :  Erdogan Sebut Negara Turkye hanya Mengakui Israel sebagai Penjahat Perang
  • 1.332 orang tewas di Iran
  • 217 orang tewas di Lebanon
  • 11 orang tewas di Israel
  • 6 personel militer AS tewas

Menurut UNHCR, sedikitnya 330.000 orang telah mengungsi di kawasan Timur Tengah akibat konflik tersebut.

Perang yang Semakin Mahal

Selain korban manusia, konflik ini juga mengguncang ekonomi global.

Harga minyak melonjak tajam karena ketidakpastian pengiriman di Selat Hormuz, sementara jalur penerbangan di kawasan Teluk banyak ditutup.

BACA JUGA :  Lima Jurnalis Al Jazeera Tewas Digempur Israel: Dari “Target Teroris” Versi IDF hingga Upaya Bungkam Suara Gaza

Bandara Bandara Internasional Hamad di Qatar sempat menghentikan operasi sebelum akhirnya membuka kembali jalur darurat terbatas.

Maskapai Qatar Airways bahkan harus menjalankan penerbangan repatriasi khusus ke sejumlah kota Eropa.

Dukungan Politik di Washington

Di dalam negeri AS, baik Senat Amerika Serikat maupun Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat menolak resolusi bipartisan yang bertujuan menghentikan perang.

BACA JUGA :  Video Perkosaan Menyebar, Kepala Penjara Rusia Dipecat

Keputusan itu secara efektif memberi lampu hijau bagi pemerintahan Trump untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran.

Sementara dunia masih menunggu satu pertanyaan besar:

apakah perang ini akan berhenti di Iran atau justru menjadikan seluruh Timur Tengah sebagai medan tempur berikutnya.***