BANTEN — Arus lalu lintas di Tol Tangerang–Merak arah Pelabuhan Merak kembali menunjukkan wajah klasiknya: padat, tersendat, dan kali ini ditambah bonus genangan air setinggi setengah meter. Hingga Minggu (25/1/2026) dini hari, kemacetan luar biasa masih terjadi, terutama di KM 50 wilayah Ciujung, jalur vital yang berubah fungsi dari jalan tol menjadi “sungai musiman”.
Genangan air yang belum sepenuhnya surut membuat hanya kendaraan besar yang berani melintas di lajur tertentu. Sementara kendaraan kecil, terutama mobil pribadi jenis city car dan sedan, dipaksa memilih antara putar balik atau berjudi dengan risiko mesin mogok.
Judi itu benar-benar terjadi. Sekitar pukul 20.00 WIB, satu unit mobil pribadi nekat menerobos genangan dan berakhir terperosok ke parit pembatas tol, diduga terseret arus. Mobil tersebut akhirnya harus diderek keluar dari lokasi, sebuah pemandangan yang menambah panjang daftar drama lalu lintas di jalur strategis penghubung Jawa–Sumatra ini.
Akibat insiden dan genangan yang belum tertangani optimal, kemacetan mengular dari Gerbang Tol Cikupa hingga KM 50 Ciujung, bahkan dilaporkan merambat hingga wilayah Cikande. Petugas di lapangan tampak kewalahan mengatur arus kendaraan yang nyaris berhenti total.
Melihat kondisi yang kian tidak kondusif, pihak kepolisian bersama Astra Tol Tangerang–Merak (Astra Tol Tamer) secara resmi mengimbau pengendara khususnya mobil pribadi untuk keluar dari jalur tol dan menggunakan jalan arteri. Langkah ini diambil demi keselamatan pengguna jalan, ketimbang memaksakan kendaraan masuk ke genangan yang berisiko tinggi.
Adapun rute alternatif yang disarankan:
- Keluar di Gerbang Tol Cikande (KM 52), lalu melanjutkan perjalanan melalui Jalan Raya Serang–Jakarta.
- Keluar di Gerbang Tol Balaraja Barat bagi pengendara yang ingin menghindari antrean panjang di Cikande.
- Masuk kembali melalui GT Serang Timur (KM 71) atau Serang Barat, setelah melewati kawasan Ciujung via jalur arteri.
Pihak pengelola tol menegaskan bahwa genangan air di KM 50 masih bersifat fluktuatif. Meski hujan mulai reda, debit air kiriman dari sungai sekitar membuat ketinggian air masih mencapai sekitar 50 sentimeter, cukup untuk membuat kendaraan kecil menyerah sebelum berjuang.
Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Serang Korlantas Polri, Kompol Deny Yuda, sebagaimana dilansir Wawai News, mengatakan petugas sejak pagi terus melakukan penanganan di lokasi.
“Petugas dari pagi masih melakukan penarikan kendaraan di lokasi genangan air KM 50. Lalu lintas diatur dengan pemisahan lajur, kendaraan besar di lajur 1 dan 2, kendaraan kecil di lajur 3,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Selain pengaturan lajur, polisi juga melakukan pengalihan sementara kendaraan kecil melalui area Sevron Balaraja Barat guna mengurangi kepadatan.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas menuju Merak masih belum sepenuhnya normal. Bagi para pengendara, pesan aparat jelas dan sederhana: tol ini bukan lintasan perahu kalau ragu, keluar tol dan selamat sampai tujuan.***









