TANGGAMUS – Mendung terlihat masih menyelimuti Tanggamus, pada pagi 3 September 2024, tidak terlihat tukang bekerja di area pembangunan masjid di salah satu halaman sekolah SMAN 1 Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.
Usut punya usut, ternyata sudah seminggu ini tukang yang bekerja membangun masjid ‘mogok’ kerja. Alasannya bikin miris, sudah seminggu para tukang yang membangun sarana ibadah itu tak dibayarkan upahnya.
Tak ayal, penampakan masjid yang terlihat hanya bata merah di beberapa area, dan tiang yang masih belum selesai terkesan menjadi bangunan mangkrak.
Diketahui bahwa saat ini SMAN 1 Wonosobo, Tanggamus tengah mengerjakan pembangunan Masjid konon katanya bersumber dari dana komite dan sumbangan dewan guru di sekolah setempat.
Tapi setelah berjalan, upah tukang dan pekerja harian selama seminggu tidak dibayarkan oleh Muntoha selaku Kepala SMAN 1 Wonosobo. Hal itu jadi pemicu pembangunan Masjid tertunda kerena sejumlah tukang bangunan melakukan mogok kerja.
“Kepseknya seolah-olah bisa menangani sendiri tanpa melibatkan dewan guru dan komite, jadinya mangkrak, karena tukangnya ga kerja, selama seminggu kerja belum dapat upah. Wajarlah kalau mereka mogok kerja” kata dewan guru sekolah setempat.
Menurut narasumber yang meminta namanya dirahasiakan, kepala sekolah Muntoha sangat berbeda dengan Kepala SMAN 1 Wonosobo sebelumnya, Muntoha terkesan tidak melibatkan dewan guru dan komite tatkala ada kegiatan pembangunan, baik bersumber dari dana komite maupun dari dana BOS.
“Kalau kepala sekolah yang sekarang ini berbeda sekali dengan kepala sekolah yang sudah pernah menjabat di sekolah ini, kalau Kepsek yang dulu tiap kita akan mengadakan perehaban atau membangun yang bekaitan dengan kebutuhan sekolah selalu dimusawarahkan dengan dewan guru dan komite” jelas dia.
Selain itu, lanjut dia, kepala sekolah Muntoha jarang masuk sekolah sehingga terindikasi memakan gaji buta, akibatnya perkembangan dan kemajuan SMAN 1 Wonisobo tidak ada peningkatan sedangkan selama ini baru saja akan berkembang waktu kepemimpinan kepala sekolah Sahri.
“Jadi gimana mau maju sekolahan kita ini, kalau kepala sekolahnya saja seperti itu, Muntoha ini tidak menunjukkan layaknya seorang pemimpin, dia juga tidak transparan kepada kami” imbuhnya.
Sementara Kepala SMAN 1 Wonosobo Muntoha saat dikomfirmasi menyangkal semua apa yang disampaikan dewan guru kepada wartawan media ini. Muntoha mengaku sudah bersikap baik dan sudah sangat trasaparan serta tidak ada konflik dengan dewan guru di sekolahnya.
“Soal pembangunan Masjid, ini masih dalam proses dan akan mencari donatur dengan cara mengajukan proposal” ungkap Muntoha terkesan angkuh dan seolah bersih dari kesalahan dan penyimpangan anggaran. (Ruslan)