Herlin menambahkan, bahwa ada empat pekon yang terancam banjir, dampak dari debit air sungai Way Belu kembali meningkat, labih lagi saat ini tanggul telah jebol sehingga masyarakat setempat semakin hawatir.
Tokoh masyarakat pekon Kanyangan, Warmansyah menyayangkan tindakan dari Pemkab Tanggamus melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang hanya melakukan normalisasi dan tidak ada upaya untuk memasang bronjong.
BACA JUGA: Pemkab Tanggamus sisihkan Rp800 Juta untuk tanggul Way Belu
“Bukan cuma ditanggul, karena kalau cuma ditanggul akan mudah terkikis oleh air kembali, karena udah beberapa kali BPBD kabupaten Tanggamus normalisasi dan menanggul dan jebol terus dan tergerus oleh derasnya sungai tersebut” ungkap Warman.
Warman berharap kepada pihak Pemerintah Propinsi Lampunh supaya bisa meriasisakan untuk membangun bronjong dengan panjang sekitar 350 meter dan ketinggian sekitar 4 meter supaya kokoh dan kuat dan tahan lama.
BACA JUGA: Banjir Bandang di Semaka Rusak Ribuan Rumah dan Ratusan Hektar Sawah
Kepada Gubernur Lampung dan Dinas BPBD serta Dinas PU Propinsi supaya bisa menganggarkan dana untuk bronjong permanen di lokasi dusun Banding Baru pekon Kanyangan.
“Tidak lupa pula kepala wakil rakyat kami yang punya Dapil Tanggamus mohon dikawal penanggulangan ini, biar bisa terpilih lagi” tandasnya.
BACA JUGA: Tinjau Lokasi Banjir, Ketua DPRD Tanggamus Pastikan Lingkunagn dan Warga Tertangani Maksimal
Hal sama juga disampaikan Kepala Pekon Kakon Bandar Kejadian, Wonosobo Kabupaten Tanggamus Zainadi berharap pertolongan Pemkab Tanggamus, sebab langkah cepat dan proaktif dari pemerintah dapat memberikan rasa aman kepada warga yang terancam.
“Mohon bantuan semua untuk mendorong biar pemerintah segera ambil tindakan sebelum bencana benar terjadi nanti. Sebab dampak sungai yang semakin mendekat,” kata Zainadi. (*)












