Scroll untuk baca artikel
Lampung

Warga Gunung Agung “Naik Pitam”, PT PSM 2 Kembali Dipanggil ke Balai Desa: Limbah dan Bising Tak Kunjung Tuntas

×

Warga Gunung Agung “Naik Pitam”, PT PSM 2 Kembali Dipanggil ke Balai Desa: Limbah dan Bising Tak Kunjung Tuntas

Sebarkan artikel ini
Penampakan sawah warga di desa Gunung Agung, Sekampung Udik, Lampung Timur, yang diduga tercemar oleh aktivitas PT PSM 2 - foto Jali

LAMPUNG TIMUR – Kesabaran warga Desa Gunung Agung, Kecamatan Sekampung Udik, tampaknya kian menipis. Dugaan pencemaran lingkungan dan kebisingan mesin dari aktivitas PT PSM 2 kembali menjadi bara yang belum juga padam.

Sejumlah warga menilai, tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan kepada pihak perusahaan mulai dari penanganan limbah hingga kompensasi atas dampak yang mereka rasakan masih menggantung tanpa kepastian. Ibarat janji tinggal janji, solusi konkret belum juga turun ke lapangan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Pertemuan lanjutan pun dijadwalkan digelar pada Kamis (besok) pukul 09.00 WIB di Balai Desa Gunung Agung. Agenda utamanya jelas: membahas ulang tuntutan warga yang dinilai belum mendapat jawaban memuaskan.

BACA JUGA :  PARAH! Limbah PT PSM 2 Lampung Timur Cemari Kebun dan Sawah Warga, DLH Diminta Turun Gunung

Kepala Desa Gunung Agung, Rudi Ahmad, membenarkan rencana tersebut. Ia menyebut pertemuan akan dihadiri Humas PT PSM 2 Evan, Manager PSM 2 Viktor, serta perwakilan kantor perusahaan dari Palembang.

“Besok memang ada pertemuan lanjutan antara warga dan pihak perusahaan. Kita berharap ada kejelasan dan solusi dari tuntutan masyarakat,” ujar Rudi.

Di sisi lain, warga mengaku dampak aktivitas perusahaan bukan sekadar isu di atas kertas. Mereka menyebut kebisingan mesin terdengar hingga ke permukiman, sementara persoalan limbah masih menjadi kekhawatiran serius.

BACA JUGA :  Penonaktifan BPJS Kesehatan Warga Jadi Atensi Kejari Lampung Timur

Beberapa warga bahkan mengklaim mengalami kerugian akibat dampak lingkungan tersebut.

“Yang kemarin itu belum selesai. Besok akan dibahas lagi di balai desa. Kami ingin penyelesaian yang jelas, bukan sekadar wacana,” kata salah satu warga.

Situasi ini menjadi ujian bagi PT PSM 2: apakah akan hadir membawa solusi, atau sekadar membawa map tebal berisi penjelasan normatif? Warga tentu berharap yang pertama.

BACA JUGA :  Bau Limbah dan Bising Mesin, Warga Gunung Agung Minta Tanggung Jawab PT PSM 2

Masyarakat juga meminta pemerintah desa dan pihak terkait memfasilitasi dialog yang terbuka, transparan, dan tidak berujung pada pertemuan-pertemuan seremonial belaka. Sebab bagi warga, isu lingkungan bukan perkara kecil. Ini soal kesehatan, kenyamanan hidup, dan masa depan desa.

Pertemuan Kamis besok menjadi momentum penting. Jika tidak ada langkah konkret, bukan tak mungkin suara warga akan semakin nyaring dan kali ini, bukan hanya soal bising mesin, tetapi juga bising tuntutan yang tak lagi bisa diabaikan.***