Scroll untuk baca artikel
Lampung

Dugaan Penyerobotan Lahan, Warga Jembrana Resmi Buat Pengaduan ke Polda Lampung

×

Dugaan Penyerobotan Lahan, Warga Jembrana Resmi Buat Pengaduan ke Polda Lampung

Sebarkan artikel ini
Tokoh Agama Hindu desa Jembrana, resmi mengadukan dugaan penyerobotan lahan miliknya ke Polda Lampung. Ia berharap bisa menjadi perhatian Kapolda Lampung, Kamis 21 Desember 2023
Tokoh Agama Hindu desa Jembrana, resmi mengadukan dugaan penyerobotan lahan miliknya ke Polda Lampung. Ia berharap bisa menjadi perhatian Kapolda Lampung, Kamis 21 Desember 2023

WAWAINEWS.ID – Tokoh Agam Desa Jembrana, Waway Karya, Lampung Timur Dewa Kade Artawa resmi membuat pengaduan ke Polda Lampung terkait dugaan penyerobotan lahan miliknya di desa Gunung Mulyo, Sekampung Udik.

Melalui surat pengaduan itu, Dewa Kade Artawa mengadukan dugaan penyerobotan lahan miliknya oleh Kepala Desa (Kades) Gunung Mulyo, Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur Eko Cahyono.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Surat Pengaduan itu resmi diberikankan langsung ke Krimum Polda Lampung di Bandar Lampung, pada Kamis 21 Desember 2023.

BACA JUGA : Patok Lahan Dirusak, Tokoh Agama Jembrana Ancam Laporkan Kades Gunung Mulyo ke Polda Lampung

“Saya secara resmi membuat pengaduan terkait dugaan penyerobotan  lahan milik saya oleh Eko Cahyono i Desa Gunung Mulyo, Sekampung Udik, ke Polda Lampung,”ungkap Dewa Kade  pada Wawai News Kamis 21 Desember 2023.

Tokoh Agama Hindu di Desa Jembrana itu dalam surat pengaduannya  merinci luasan lahan miliknya sekira 6 hektar. Hal itu berdasarkan surat-surat kepemilikan Sporadik yang dimilikinya  dikeluarkan dari Pemerintah Desa Gunung Mulyo Kec. Sekampung Udik. Kabupaten Lampung Timur.

BACA JUGA : Klaim Lahan Berlanjut, Kades Gunungmulyo Ngaku Pekerja KGM lalu Laporkan Dugaan Pencurian

Berdasarkan hal itu pula jelasnya, telah diterbitkan Akta Jual Beli (AJB) oleh Penjabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Notaris ARIEF HAMIDI BUDI SANTOSO beralamat Kantor Jl. Kimas–Putra, Sukadana Ilir , Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.

Dia pun mengklaim memiliki surat dasar tua-tua Kampung Desa Gunung Sugih Besar Kecamatan Sekampung Udik sebagai Desa Induk sebelum pemekaran menjadi Desa Gunung Mulyo.

Ada pernyataan tanah tersebut betul kepemilikan yang sah oleh Dewa Kade yang diproleh dari Dalimah Istri dari Yusup Mesiwo (Alm) berawal tebang sendiri oleh Bapak Rahman Mesiwo (alm) pada Tahun 1960 orang tua dari Yusuf Mesiwo.

BACA JUGA : Tambang Pasir Ilegal di Tanjungwangi Ditutup, Tapi di Desa Jembrana Dibiarkan Kenapa?

Asal usul tanah :
1. Tanah Tersebut Hasil dari Tebang Sendiri Rahman Glr. Mesiwo Pada Tahun 1960
2. Pada Tanggal 01 Januari 1991 Berdasar ahli Waris beralih Kepada yang bernama Anak nya Yusup Mesiwo
3. Pada tanggal 28 November 2010 Beralih kepada Ny. Dalimah atau Ahli waris Istri dari Yusup Mesiwo
4. Pada Tanggal 09 Februari 2011 berdasarkan Jual beli hingga terbit Surat Ajb Oleh Notaris pada Tahun 2011 Tanah tersebut di miliki Kade Dewa Artawa.

BACA JUGA : Miris, Camat Waway Karya Tidak Tahu Soal Aktivitas Tambang Pasir Ilegal di Desa Jembrana

Berdasarkan dengan bukti kepemilikan tersebut Dewa Kade maju dan mengadukan dan melaporkan Eko Cahyono beberapa Poin Sebagai berikut :