Scroll untuk baca artikel
Lingkungan Hidup

Way Sekampung Kembali Tercemar, Pemerintah Dituding Lakukan Pembiaran

×

Way Sekampung Kembali Tercemar, Pemerintah Dituding Lakukan Pembiaran

Sebarkan artikel ini

wawainews.ID, Lamtim – Untuk kesekian kalinya, aliran Way Sekampung di Kabupaten Lampung Timur tercemar limbah. Warga sepanjang aliran sungai menuding Pemerintah sengaja melakukan pembiaran atas hal tersebut.

Pasalnya, Limbah perusahaan yang mencemari Way Sekampung sudah terlalu sering dan belum ada tindakan tegas pemerintah meskipun sudah dilaporkan ke Badan Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Timur.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Baca juga: Sumur Warga di Pugung Karena Tercemar Berubah Jadi Hitam

“Kami sudah bosan membahas soal limbah yang mencemari Way Sekampung karena itu sepertinya sengaja dibiarkan pemerintah buktinya tiap laporan tidak ditindaklanjuti, sehingga warga merasa jenuh,”ujar Mansyur, warga Desa Asahan kepada Wawai News, Rabu (19/6/2019).

Limbah kembali mencemari Way Sekampung di Lamtim, ribuan ikan mati dan warga sepanjang aliran sungai hanya pasrah dengan kondisi itu karena meski dilaporkan tidak ada dampak dan limbah akan kembali terjadi

Limbah yang diduga dibuang perusahaan di Way Sekampung terjadipada Senin (16/6/2019) malam. Hal tersebut membuat ribuan ikan terdampar di desa Asahan yang menjadi salah satu muara Kali Sekampung.

Agus Effendi, Tokoh Muda Lamtim, menyebutkan bahwa berdasar pengalaman sebelumnya, patut diduga pencemaran dilakukan salah satu pabrik pemanis makanan di Lamsel. Modusnya Limbah terlebih dulu dibuang ke kali kecil di sekitaran Way Galih, setelah itu Limbah mengalir ke Way Sekampung.

“Saat ini, Chusnia Chalim sudah menjadi wakil Gubernur Lampung. Dia tahu persis soal pencemaran tersebut, perusahaan mana yang mebuang. Diharapkan beliau bisa memfasilitasi terkait limbah di Way Sekampung dengan mendudukkan dua wilayah Kabupaten,”ujarnya.

Dikatakan perusahaan yang diduga membuang limbah di Way Sekampung terbilang pintar karena dibuang ketika long weekend. Hal itu agar contoh yang diambil dari pencemaran tersebut tidak bisa dilakukan uji lab mengingat kantor berkompeten dibidangnya masih tutup.

Keluhan akan pencemaran Way Sekampung juga dikeluhkan warga di Desa Gunung Sugih Besar yang berbatasan langsung dengan perusahaan pemanis buatan PT Labinta di Lampung Selatan.

Meski pesimis warga yang mengandalkan pencaharian masih berharap pemerintah daerah di Lampung dapat menghentikan pencemaran yang selalu terjadi di Way Sekampung Lampung Timur (f. Abu umar)

Udin (35) yang mengandalkan penghasilan dari mencari ikan di Way Sekampung mengatakan pencemaran limbah perusahaan selalu terjadi dan belum ada upaya tegas dari pemangku kebijakan. Limbah tersebut menggumpal di alat tangkap ikan.

“Ada perusahaan yang di Lampung Selatan itu,  terdapat pipa semacam untuk pembuangan air langsung menjorok ke Way Sekampung,”tandasnya.

Imbasnya selain tangkapan ikan berkurang derastis, pasangan jaring selalu dipenuhi sampah seperti ampas yang mengeluarkan busa dan bau tidak sedap. Dia juga mengaku keluhan sudah kerap disampaikan tetapi limbah tidak berhenti dan kian menjadi-jadi. (Abu Umar)