Scroll untuk baca artikel
Lampung

Imbas Peristiwa Berdarah di Desa Negara Batin, Lembaga Adat Sebut Polisi Gagal Ciptakan Harkamtibmas di Jabung

×

Imbas Peristiwa Berdarah di Desa Negara Batin, Lembaga Adat Sebut Polisi Gagal Ciptakan Harkamtibmas di Jabung

Sebarkan artikel ini
Heri Febriansyah ketua Lembaga Adat Desa Negara Batin, Jabung Lampung Timur - foto doc ist

LAMPUNG TIMUR – Kejadian berdarah antara tetangga hingga tewasnya MR (35) di Dusun 8, Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur pada 14 April 2025 lalu, masih menyisakan luka mendalam bagi warga setempat.

Hal itu mengundang reaksi Lembaga Adat Desa Negara Batin, Jabung dengan menyebut peristiwa itu imbas dari kegagalan polisi dalam menciptakan Harmoni, Kamtibmas, dan Pembangunan Masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah mereka.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Kejadian tewasnya MS karena bertikai dengan tetangga sendiri itu, bukan hal pertama di wilayah Jabung ini. Tapi sudah beberapa kali, akibat kurang sigapnya polisi. Terakhir meski sudah ada laporan, tapi prosesnya lamban hingga peristiwa itu pecah,”ujar Ketua Lembaga Adat Desa Negara Batin Heri Febriansyah, sebagaimana dikutip Wawai News Kamis 17 April 2025.

BACA JUGA :  PHE OSES dan JON TV Lampung Dorong Generasi Muda Melek Literasi Lewat Pelatihan Jurnalistik dan Menulis Kreatif

Heri, menyayangkan peristiwa berdarah hingga meninggalnya MS akibat ditusuk tetangga sendiri. Menurutnya hal itu terjadi karena polemik yang dibiarkan antara keduanya tanpa ada mediasi meski telah ada laporan.

Hal ini bukan pertama, tapi ada beberapa kejadian dengan pola serupa. Namun ketika melapor ke Polsek Jabung, kerap ditolak atau seperti terakhir kejadian tidak diproses terbiarkan hingga gesekan akhirnya meruncing jadi pertumpahan darah hingga ada yang kehilangan nyawa.

“Aparat kepolisian setempat harusnya bisa mengambil langkah untuk menjaga Harkamtibmas selain melakukan penegakan hukum yang tegas kepada pihak yang bertikai,”tegasnya.

Menurut dia, contoh yang sering terjadi jika ada permasalahan hukum seperti tentang sengketa harta benda, maka Polsek langsung menyarankan untuk langsung ke Polres. Sementara banyak warga masyarakat di Jabung ini yang tidak memiliki finansial harus ke sana kesini, karena semuanya perlu biaya seperti ongkos dan lainnya.

BACA JUGA :  7 Kepala Daerah Terpilih di Lampung Dilantik Gubernur

“Padahal persoalan itu bisa diselesaikan di tingkat Polsek dengan cara mediasi dan lainnya. Tapi kenapa harus ke Polres yang jaraknya lumayan jauh dari Jabung. Apa fungsi Poksek jika semua persoalan harus di bawa ke Polres, “tanya dia.

Ia pun berharap kedepan segala bentuk permasalahan hukum yang terjadi di wilayah Jabung khususnya dapat di tangani oleh Polsek minimal dengan cara mediasi sebelum ke ranah penegakan hukum.

Diketahui peristiwa berdarah hingga menewaskan MS di Dusun 8 Negara Batin Jabung, adalah perkelahian lanjutan. Informasi yang dihimpun awak media ini di lapangan diketahui bahwa antara pelaku dan korban tewas sebelumnya pernah terjadi perkelahian sekitar bulan ramadhan lalu.

BACA JUGA :  MinyaKita di Pasar Tradisional Tanggamus Dijual Diatas HET, Sulit Didapat

“Bulan puasa kemarin, korban yang tewas pernah membacok pelaku (MS) hingga terluka. MS sempat melaporkan peristiwa itu ke aparatur Desa Negara Batin lalu dilanjutkan ke polisi. Tapi terlapor tidak ditangkap, hingga pecah peristiwa perkelahian kedua tadi malam dan MR yang tewas,”ujar sumber Wawai News.

Sehingga diduga perkelahian kedua tersebut karena dipicu masalah yang belum ada kejelasan terkait laporan saat terjadi perkelahian di bulan puasa kemarin.

Jika ada kesigapan untuk keduanya di mediasi pada peristiwa pertama narasumber Wawai News megakui kemungkinan tidak terjadi peristiwa tersebut.***