Scroll untuk baca artikel
SosialTANGGAMUS

Istri Kakon Masih Terima PKH, Kakon Cuma Ecak-Ecak Mundur

×

Istri Kakon Masih Terima PKH, Kakon Cuma Ecak-Ecak Mundur

Sebarkan artikel ini
ilustrasi Bansos

TANGGAMUS – Drama bansos ala Pekon Sampang Turus bikin geleng kepala. Istri Kepala Pekon, Rodemah, ternyata masih tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Padahal, sang suami sudah lama duduk manis di kursi kepala pekon.

Lucunya, Kakon Marhawi sempat bikin surat pengunduran diri untuk istrinya dari daftar penerima PKH. Tapi yah… hanya ecak-ecak mundur. Suratnya ada, tapi kartu KKS (alat gesek duit PKH) tak diserahkan. Hasilnya? Istri kakon tetap aja nyedot bansos tiap pencairan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Dia itu mundur gaya doang, kartu nggak dikasihin ke Puskesos. Jadi sama aja bohong, masih ngambil juga sampai sekarang,” celetuk salah satu warga dengan nada getir bercampur geli.

Pendamping PKH setempat, saat dikonfirmasi, Budi bahkan mengaku sudah pernah menegur sang kakon agar segera graduasi (dikeluarkan dari daftar). Tapi teguran itu tampaknya cuma dianggap angin lalu.

“Kalo dulu memang pernah istrinya kakon dapet bansos, saya juga sempat ke rumahnya langsung. Saya bilang, harus dikeluarkan lewat Puskesos pekon. Tapi sampe sekarang nama masih nongol,” ujar Budi, yang terdengar pasrah.

Warga pun berkomentar pedas. “Kok bisa ya, kepala pekon malah istrinya masih makan PKH. Itu kan buat wong cilik, bukan buat keluarga pejabat desa. Apa mereka nggak kenyang-kenyang?” sindir salah satu warga.

Padahal, UU jelas mengatur, penyalahgunaan dana penanganan fakir miskin bisa diganjar pidana penjara hingga 5 tahun atau denda Rp500 juta.

Kasus ini jadi cermin buram bagaimana bansos bisa diselewengkan dengan gaya “mundur sambil maju”. Kalau tidak segera ditertibkan, PKH bisa berubah makna jadi Program Keluarga Kepala (pekon).

Hingga berita ini diterbitkan, Kakon Marhawi dan istrinya masih memilih bungkam. Telepon tak dijawab, pesan entah dibaca atau tidak. Publik pun makin curiga, jangan-jangan, kartu KKS sudah lebih lengket daripada kursi jabatan. ***