LAMPUNG TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lampung Timur kembali mengocok ulang barisan birokrasi. Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, secara resmi melantik 18 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Lampung Timur, Rabu (17/12/2025), di Aula BKPPD.
Langkah ini diklaim sebagai upaya mempercepat pelayanan publik agar lebih responsif, adaptif, dan yang paling penting tidak berjarak dengan masyarakat.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Azwar Hadi, Sekretaris Daerah Rustam Effendi, para asisten, staf ahli bupati, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Hadir lengkap, seolah ingin menegaskan bahwa mutasi kali ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pesan serius dari pucuk pimpinan.
Dalam sambutannya, Bupati Ela menegaskan bahwa rotasi jabatan bukan ajang “kursi panas” atau hadiah politik, melainkan alat evaluasi kinerja.
Menurutnya, birokrasi yang stagnan hanya akan melahirkan pelayanan yang lamban dan administratif jauh dari harapan publik.
“Mutasi jabatan adalah hal yang wajar dalam organisasi pemerintahan. Ini bagian dari evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” tegas Bupati.
Dengan kata lain, jabatan bukan zona nyaman. Jika roda pemerintahan ingin bergerak cepat, ASN diminta ikut berlari, bukan sekadar berjalan di tempat.
ASN Diminta Turun ke Lapangan, Bukan Hanya Duduk di Meja
Bupati Ela juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak terjebak pada arogansi jabatan. Loyalitas, integritas, dan etika pelayanan ditekankan sebagai fondasi utama ASN.
Pejabat diminta segera beradaptasi di tempat tugas baru, membangun kolaborasi lintas sektor, serta membuka ruang dialog dengan masyarakat.
“ASN harus menjadi pengayom masyarakat. Tidak arogan, mau mendengar, dan mampu bekerja sama,” ujar Ela.
Pesannya jelas: pelayanan publik bukan soal tanda tangan dan stempel, melainkan kehadiran negara di tengah warga.
Sebanyak 18 pejabat yang dilantik mengisi posisi strategis di berbagai sektor vital, mulai dari kesehatan, perencanaan pembangunan, komunikasi publik, ketertiban umum, pengairan, hingga pemberdayaan masyarakat desa.
Penempatan ini diharapkan mampu menciptakan birokrasi yang lebih lincah dan responsif terhadap kebutuhan daerah.
Di sektor komunikasi publik, misalnya, penguatan Diskominfo dinilai krusial di era keterbukaan informasi. Sementara di sektor kesehatan dan pengairan, publik menanti dampak nyata dari kebijakan yang lebih cepat dan tepat sasaran.
Daftar Pejabat yang Dilantik
(Daftar pejabat tetap disajikan lengkap dan faktual untuk menjaga akurasi dan kepentingan publik)
- Mendri Gunawan, S.Sos., M.IP – Sekretaris Badan Kesbangpol
- Deki Ismirawansyah, S.KM., NKM – Camat Bandar Sribhawono
- Agustinus Eko Kurniawan, S.P., M.H – Sekretaris Bappeda
- Elinda Alfian, S.E., M.M – Sekretaris Disperindag
- dr. Ekawaty Apryandari – Sekretaris Dinas Kesehatan
- Sri Umiyani, S.KM., M.Kes – Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes
- Nia Sandrawati Tanjung, M.KM – Dokter Ahli Madya UPTD Puskesmas Sekampung
- Halimah Oktaviani, S.Kom – Kabid Pengawasan dan Pemeriksaan Dinas Koperasi dan UMKM
- Ahmad Efendi, S.E., M.H – Kabid Pertamanan dan Kebersihan DLH
- Supriyadi, S.Sos., M.Si – Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo
- Agus Rosidi, S.Kom – Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP
- Zuriah, S.E., M.M – Kabid Keolahragaan Disparpora
- Adianto, S.Sos., M.M – Kabid Pariwisata Disparpora
- Akhmad Muslikin, S.T., M.T – Kabid Pertanahan DLH
- Luthfi Herwindo, S.T – Kabid Operasi dan Pemeliharaan Pengairan DPUPR
- Tri Emy Mastinar, S.Pd – Kasi Perekonomian dan Kesejahteraan Kecamatan Sekampung
- Muhaimin, S.E., M.M – Kasi Pemerintahan Kecamatan Marga Tiga
- Ade Paku Wijaya, S.STP – Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Sekampung.***













