Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Stasiun Bekasi Sesak, Tri Adhianto Siapkan Jurus Terpadu Urai Macet

×

Stasiun Bekasi Sesak, Tri Adhianto Siapkan Jurus Terpadu Urai Macet

Sebarkan artikel ini
Foto: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto

KOTA BEKASI – Kawasan Stasiun Bekasi kian menegaskan statusnya sebagai “titik temu segala kepentingan”: penumpang, kendaraan, dan kemacetan yang seolah enggan pulang tepat waktu. Aktivitas penumpang yang nyaris tanpa jeda menjadikan kawasan ini salah satu simpul lalu lintas dengan beban terberat di Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengakui bahwa Stasiun Bekasi bukan sekadar tempat naik-turun kereta, melainkan episentrum pergerakan warga dari pagi hingga sore hari. Pagi dipadati komuter Jabodetabek, siang hingga petang giliran penumpang perjalanan luar kota mengambil alih panggung—lengkap dengan kendaraan pribadi yang ikut “mengantre nasib” di jalan sekitar.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Pada jam-jam tertentu, volume penumpang dan kendaraan bertemu di waktu yang sama. Kalau tidak ditangani serius, kemacetan di sekitar stasiun akan terus menjadi agenda harian,” ujar Tri Adhianto.

BACA JUGA :  Kasus Kota Bintang Dilaporkan ke Kejati Jabar, Tri Adhianto dan Koswara Hanafi Ikut Terseret

Tri menegaskan, penanganan kepadatan lalu lintas bukan pekerjaan sulap: tidak bisa sim salabim lalu selesai. Dibutuhkan perencanaan terpadu, lintas sektor, dan berkelanjutan, bukan solusi tambal sulam yang hanya memindahkan kemacetan dari satu titik ke titik lain.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan peningkatan kapasitas parkir melalui pembangunan parkir bertingkat (triple deck). Tak hanya menambah ruang parkir, sistem keluar-masuk kendaraan akan ditata lebih disiplin agar parkir tidak berubah fungsi menjadi sumber kemacetan baru.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2026 Pemkot Bekasi akan melakukan studi kelayakan pembangunan flyover atau underpass di Jalan Perjuangan—ruas jalan yang selama ini memikul beban lalu lintas berat, namun peningkatan kapasitasnya nyaris stagnan. Proses pembebasan lahan ditargetkan mulai 2027, sebagai fondasi proyek strategis tersebut.

BACA JUGA :  Tri Adhianto Lantik Dua Dirut BUMD Bekasi: Tegaskan Profesionalisme dan Tuntutan Kinerja Nyata

Tri juga menyampaikan harapannya akan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam rencana pembangunan dua flyover pada 2028. Salah satu lokasi yang dinilai paling siap adalah kawasan Bulak Kapal, dengan pembebasan lahan yang telah tuntas dan menelan anggaran sekitar Rp110 miliar.

Untuk memperbanyak opsi jalur alternatif, Pemkot Bekasi turut menargetkan pembangunan jalan frontage di sisi rel kereta api yang menghubungkan Jalan Perjuangan hingga Jalan Pahlawan, memanfaatkan lahan milik PT KAI yang telah dibebaskan. Jalan ini diharapkan menjadi “jalan napas” baru guna mengurangi tekanan kendaraan di ruas utama sekitar stasiun.

BACA JUGA :  Demonstrasi Berujung Duduki Kursi Pimpinan DPRD, Hanan Diminta Mundur

Sementara itu, optimalisasi infrastruktur pendukung juga terus digarap di Jalan Pusdiklat, mulai dari perbaikan jalan, pembangunan jembatan, penataan taman kota, hingga peningkatan fasilitas pedestrian. Fokusnya jelas: menghadirkan kawasan stasiun yang lebih tertib, aman, dan manusiawi, bukan sekadar ramah kendaraan, tetapi juga ramah pejalan kaki.

Dengan rangkaian langkah ini, Pemkot Bekasi berharap kemacetan di kawasan Stasiun Bekasi tak lagi menjadi cerita turun-temurun. Setidaknya, warga tak perlu lagi menganggap macet sebagai “bonus tetap” setiap kali melintas di jantung kota. ***