Scroll untuk baca artikel
Lampung

Begini Cara Mengolah Limbah Singkong Menjadi Pakan Ternak, Inovasi Mahasiswa KKN IPB di Pringsewu

×

Begini Cara Mengolah Limbah Singkong Menjadi Pakan Ternak, Inovasi Mahasiswa KKN IPB di Pringsewu

Sebarkan artikel ini
Foto: Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University di Pekon Adiluwih, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, (foto_doc)

PRINGSEWU – Limbah cair produksi singkong atau MOCAF (Modified Cassava Flour) yang selama ini dibuang dan menimbulkan bau, ternyata dapat diolah menjadi bahan pendukung pakan ternak. Inovasi ini diperkenalkan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University di Pekon Adiluwih, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Sebagaimana dilansir Wawai News, melalui program SOCAF (Suplemen Organik Cair dari Limbah Cair MOCAF), mahasiswa KKN memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang cara mengolah limbah singkong agar aman, bermanfaat, dan bernilai ekonomi bagi peternak sapi, kambing, dan domba.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Masalah Limbah Singkong di Desa

Produksi MOCAF di tingkat rumah tangga dan UMKM menghasilkan limbah cair yang berbau asam dan berpotensi mencemari lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan. Limbah ini mengandung sisa pati dan senyawa organik yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan.

BACA JUGA :  Penyidik Polres Tanggamus Jadi Saksi Sidang Penganiayaan Wartawan di PN Kota Agung

Namun karena sifatnya yang asam, limbah cair singkong tidak dapat langsung diberikan kepada ternak.

Tahap 1: Pengolahan Limbah Cair MOCAF Menjadi SOCAF

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengolah limbah cair MOCAF melalui proses fermentasi sederhana hingga menghasilkan SOCAF. Hasil fermentasi ini memiliki pH sekitar 3,8.

“SOCAF tidak digunakan sebagai pakan tunggal karena bersifat asam. Fungsinya adalah sebagai starter alami untuk membantu proses fermentasi pakan,” jelas Koordinator Tim KKNT IPB University.

Tahap 2: Pembuatan Dedak Aromatik dari SOCAF

Agar limbah singkong dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pakan ternak, SOCAF kemudian diolah menjadi dedak aromatik. Proses pembuatannya sebagai berikut:

BACA JUGA :  Amalsyah Ramaikan Bursa Kandidat Ketua KONI Lampung, Ini Profil dan Visi Misinya

1. Bahan yang digunakan:

        • SOCAF (hasil olahan limbah cair MOCAF),
        • Molases,
        • Tepung beras putih.

        2. Proses pengolahan:

        • Seluruh bahan dicampur hingga merata,
        • Campuran dimasukkan ke dalam wadah tertutup,
        • Difermentasi selama tujuh hari.

        3. Hasil akhir:

        • Dedak menghasilkan aroma segar,
        • Lebih disukai ternak,
        • Berpotensi meningkatkan nafsu makan dan bobot badan ternak.

        Dedak aromatik ini digunakan sebagai pakan tambahan, bukan pakan utama, serta dapat dimanfaatkan sebagai starter pembuatan silase.

        Keamanan dan Pengujian

        Meski hasil awal menunjukkan potensi yang baik, produk dedak aromatik masih akan melalui uji kandungan nutrisi lebih lanjut di kampus IPB University sebelum direkomendasikan secara luas.

        “Uji nutrisi penting agar peternak mendapatkan pakan yang aman, seimbang, dan sesuai kebutuhan ternak,” ujarnya.

        Manfaat Bagi Peternak dan Lingkungan

        Pengolahan limbah singkong menjadi bahan pakan ternak ini memberikan dua manfaat sekaligus:

        BACA JUGA :  PARAH! Limbah PT PSM 2 Lampung Timur Cemari Kebun dan Sawah Warga, DLH Diminta Turun Gunung
        • Mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah cair singkong,
        • Menyediakan alternatif pakan tambahan yang murah dan mudah dibuat.

        Program ini juga mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa, di mana limbah tidak lagi dibuang, melainkan diolah kembali menjadi sumber daya.

        Edukasi dan Pendampingan Masyarakat

        Program SOCAF diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pada 6 Januari 2026 di Gedung Serba Guna Pekon Adiluwih, dengan sasaran utama para peternak ruminansia.

        Antusiasme warga terlihat dari diskusi yang berkembang, terutama terkait peluang pengembangan pakan fermentasi sebagai usaha skala rumah tangga.

        “Inovasi ini kami harapkan dapat menjadi contoh bahwa limbah singkong bisa diolah secara sederhana, aman, dan bermanfaat bagi peternak,” pungkasnya. ***