KOTA BEKASI — Ketika nyamuk Aedes aegypti mulai merasa jadi “penguasa tak kasat mata” di musim hujan, warga RW 18 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, memilih tidak tinggal diam. Bukan pakai seminar atau sekadar status WhatsApp penuh kekhawatiran mereka turun langsung, lengkap dengan aksi fogging yang bikin nyamuk kocar-kacir (atau minimal batuk-batuk sebelum kabur).
Kegiatan pengasapan ini bukan aksi solo, melainkan kolaborasi lintas elemen yang terbilang solid: PAC Ansor Jatiasih, Satkoryon Banser Jatiasih, PR GP Ansor Jatimekar, Bagana Kota Bekasi, hingga Karang Taruna Unit RW 18. Jika biasanya kolaborasi identik dengan rapat panjang dan kopi dingin, kali ini hasilnya nyata: asap mengepul, nyamuk minggir.
Fogging dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) penyakit yang tiap musim hujan selalu datang tanpa undangan, tapi efeknya bisa “menginap lama” di rumah sakit.
Titik penyemprotan difokuskan pada area strategis yang jadi “real estate favorit” nyamuk:
- Saluran air dan got
- Lingkungan rumah warga
- Area dengan potensi genangan air
Asap fogging disemprotkan secara menyeluruh untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk. Meski begitu, semua pihak sepakat: fogging itu ibarat “serangan udara”, sementara perang sebenarnya tetap ada di darat alias kebiasaan warga sehari-hari.
Tak berhenti pada pengasapan, para peserta juga aktif mengedukasi warga. Pesannya sederhana, tapi sering kalah sama kesibukan:
- Rutin menguras tempat penampungan air
- Menutup rapat wadah air
- Tidak membiarkan genangan air “menganggur tanpa tujuan”
Karena faktanya, satu tutup botol berisi air bisa jadi “apartemen subsidi” bagi jentik nyamuk.
Di lapangan, terlihat kekompakan antara Ansor, Banser, Bagana, dan Karang Taruna. Tidak ada panggung politik, tidak ada baliho ucapan terima kasih ke diri sendiri yang ada hanya kerja nyata. Sebuah pemandangan langka di era di mana dokumentasi sering lebih penting daripada aksi.
H. JJ Fachri Mushoddig selaku Kepala Satkaryon Banser Jatiasih bersama Ketua Ranting GP Ansor Jatimekar, Zein Sofari, dan Kepala Bagana Kota Bekasi, Dodi Hayu Bowo, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian sosial terhadap kesehatan warga.
Fogging di RW 18 Jatimekar diharapkan mampu menekan risiko penyebaran DBD. Namun pesan utamanya jelas: jangan sampai semangat hanya muncul saat asap mengepul.***











