Scroll untuk baca artikel
Wisata

Dari Dapur ke Panggung Dunia: Saat Rendang “Naik Kelas” dan Fine Dining Indonesia Bikin Asia Menoleh

×

Dari Dapur ke Panggung Dunia: Saat Rendang “Naik Kelas” dan Fine Dining Indonesia Bikin Asia Menoleh

Sebarkan artikel ini
Talenta Kuliner Indonesia - Foto : Instagram @august_jkt ( https://instagram.com/august_jkt)

WawaiNEWS.ID — Di tengah persaingan kuliner Asia yang makin padat rasa dan gengsi, Indonesia akhirnya tidak hanya dikenal sebagai “surga makan enak murah”, tapi mulai diakui sebagai pemain serius di panggung gastronomi kelas dunia.

Bukan sekadar warteg naik level, ini soal dapur Nusantara yang berhasil menyusup ke elite global dengan gaya, cerita, dan tentu saja plating yang bikin mikir dua kali sebelum menyuap.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyebut capaian ini sebagai kabar menggembirakan sekaligus sinyal kuat bahwa Indonesia tidak lagi sekadar “ikut lomba”, tapi mulai masuk daftar juara.

“Ini menunjukkan bahwa kekayaan gastronomi Nusantara punya daya saing global ketika dipadukan dengan inovasi, kualitas, dan storytelling yang kuat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Komunitas Film Diajak Gunakan Desa Wisata Sebagai Lokasi Syuting

Kalimat yang jika diterjemahkan bebas: masakan kita bukan cuma enak, tapi juga sudah tahu cara “bercerita” di meja makan internasional.

Asia’s 50 Best: Ketika Indonesia Tak Lagi Jadi Penonton

Dalam pengumuman Asia’s 50 Best Restaurants 2026 di Hong Kong, dua nama dari Indonesia berhasil mencuri perhatian:

  • August (#42)
  • Locavore NXT (#44)

Keduanya bukan pendatang baru, tapi tahun ini mereka datang dengan “lonjakan prestasi” yang cukup bikin negara lain melirik. August naik dari peringkat #49, sementara Locavore NXT melesat jauh dari #92 lonjakan yang dalam dunia kuliner fine dining bisa dibilang setara “viral tapi berkelas”.

BACA JUGA :  Diresmikan, Jembatan Jalatunda Bakal Pantik Pariwisata dan Ekonomi Kampung Payangan

Dipimpin oleh Hans Christian, August bukan sekadar restoran mahal dengan porsi kecil dan nama menu yang sulit diucapkan.

Ia mengusung pendekatan kuliner kontemporer yang tetap berpijak pada rasa Indonesia—bukan meniru Barat, tapi “bernegosiasi” dengan teknik modern tanpa kehilangan identitas.

Yang menarik, sorotan juga jatuh pada Ardika Dwitama, sang pastry chef yang sukses meraih Asia’s Best Pastry Chef Award 2026.

Dessert-nya? Bukan sekadar manis, tapi kompleks mulai dari kombinasi jasmine sencha, jeruk, yogurt, hingga eksplorasi ketan dan markisa yang terdengar seperti “menu tradisional yang masuk sekolah internasional”.

Singkatnya: ini bukan dessert yang hanya enak difoto, tapi juga punya cerita panjang di balik tiap gigitan.

Di Bali, Locavore NXT tampil sebagai wajah lain dari gastronomi Indonesia: progresif, berani, dan sangat sadar lingkungan.

BACA JUGA :  ADWI 2024 Resmi Diluncurkan, Ayo Daftar Desa Pemenang Dapat Pendampingan

Konsepnya terdengar sederhana tapi sulit dijalankan:

  • Hyper-local (bahan super lokal)
  • Seasonal (mengikuti musim, bukan mood pasar)
  • Eco-conscious (ramah lingkungan, bukan sekadar slogan hijau)

Hasilnya adalah pengalaman makan yang bukan cuma soal rasa, tapi juga soal kesadaran—bahwa makanan punya hubungan dengan alam, budaya, dan keberlanjutan.

Jika August adalah “Indonesia yang tampil rapi di panggung dunia”, maka Locavore NXT adalah “Indonesia yang berpikir keras tentang masa depan makanannya”.

Pemerintah melalui program Wonderful Indonesia kini makin serius menjadikan kuliner sebagai ujung tombak pariwisata. Karena faktanya sederhana, orang bisa lupa tempat wisata, tapi jarang lupa rasa makanan.***