Scroll untuk baca artikel
LAMPUNGPERTANIAN

Jembatan Way Pisang Berlubang, Motor Petani Terperosok: Harus Tunggu Korban Berikutnya untuk Diperbaiki?

×

Jembatan Way Pisang Berlubang, Motor Petani Terperosok: Harus Tunggu Korban Berikutnya untuk Diperbaiki?

Sebarkan artikel ini
Kondisi Jembatan Way Pisang di Desa Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, memprihatinkan dan petani terjatuh, Selasa (20/10) - foto Wahid Toba

LAMPUNG SELATAN — Jembatan Way Pisang di Desa Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kian memprihatinkan. Lantai jembatan besi yang disebut telah berusia sekitar 16 tahun itu keropos dan berlubang, sementara sebagian pagar pembatasnya terlepas. Ironisnya, jembatan yang menjadi akses penting warga dan petani itu masih digunakan meski keselamatannya dipertanyakan.

Risiko tersebut bukan sekadar kekhawatiran. Pada Selasa (20/10/2026), sepeda motor milik petani yang membawa padi dilaporkan terperosok saat melintasi jembatan di atas Kali Way Pisang. Insiden ini menjadi peringatan bahwa kerusakan infrastruktur dapat mengancam keselamatan warga sekaligus menghambat pengangkutan hasil panen.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Lantai jembatan sudah keropos dan sebagian pagar pembatasnya juga lepas. Kami berharap jembatan ini segera diperbaiki karena sangat dibutuhkan masyarakat, terutama petani,” ujar Nedi Hendra, warga setempat.

Jembatan dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar 3 meter itu masih menjadi jalur aktivitas masyarakat. Namun, warga terpaksa menambal bagian lantai yang berlubang menggunakan kayu agar akses tersebut tetap bisa dilalui.

BACA JUGA :  Wamendag Sebut SRG Berpotensi Mendukung Stabilitas Harga Pangan

Solusi darurat ini memang membantu sementara, tetapi tidak menjamin kekuatan konstruksi maupun keselamatan pengguna.

Pemerintah desa disebut telah meminta bantuan pemerintah daerah untuk menangani kerusakan tersebut. Warga kini berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan segera melakukan pemeriksaan teknis dan menentukan langkah perbaikan yang sesuai dengan kondisi jembatan.

Persoalannya bukan semata-mata jembatan tua yang membutuhkan perawatan. Ketika lantai berlubang, pagar pembatas terlepas, bahkan kendaraan petani sudah terperosok, penanganan tidak semestinya berhenti pada tambalan kayu dan imbauan berhati-hati.

BACA JUGA :  Kadus di Desa Natar Aniaya Warga hingga Tewas Terancam 7 Tahun Penjara

Warga membutuhkan kepastian: kapan jembatan diperiksa, bagaimana tingkat kerusakannya, dan kapan perbaikan dilakukan? Sebab, infrastruktur yang menjadi tumpuan aktivitas warga semestinya menjamin akses yang aman, bukan membuat petani mempertaruhkan keselamatan saat membawa pulang hasil panen.

Hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan dari pemerintah daerah mengenai jadwal maupun rencana teknis penanganan Jembatan Way Pisang. Pemeriksaan kondisi konstruksi dan tindak lanjut yang jelas diperlukan agar kerusakan tidak berkembang menjadi kecelakaan yang lebih serius.***