Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Bahaya Penyalahgunaan Sabu-Sabu, Rusak Syaraf Hingga Sebabkan Gangguan Jiwa

×

Bahaya Penyalahgunaan Sabu-Sabu, Rusak Syaraf Hingga Sebabkan Gangguan Jiwa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi, Narkoba jenis sabu
Ilustrasi, Narkotika jenis Sabu

WAWAINEWS.ID – Penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu (metamfetamin) terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Pakar kesehatan mengingatkan, penggunaan zat terlarang ini sangat berbahaya karena dapat merusak sistem saraf pusat secara permanen.

Dokter spesialis saraf, dr. Andi Setiawan, Sp.S, menjelaskan bahwa sabu bekerja langsung pada otak dengan meningkatkan kadar dopamin secara tidak normal.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Kenaikan dopamin yang ekstrem memang membuat pengguna merasa euforia sesaat, tetapi dalam jangka panjang justru menghancurkan sel-sel saraf otak,” ujarnya, sebagaimana dikutip Wawai News, pada Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, kerusakan syaraf akibat penggunaan sabu dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, antara lain:

BACA JUGA :  Semarak HUT ke-27, Dinkes Tanggamus Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing
  • Gangguan memori dan konsentrasi yang membuat pengguna sulit berpikir jernih.
  • Kerusakan syaraf otak permanen yang berujung pada penurunan fungsi kognitif.
  • Gangguan tidur kronis dan perubahan suasana hati ekstrem.
  • Halusinasi, paranoid, hingga psikosis yang dapat berkembang menjadi gangguan jiwa berat.

Selain itu, penggunaan sabu dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan pada organ tubuh lain seperti jantung, ginjal, dan hati. Kondisi ini sering berakhir pada kematian dini akibat komplikasi kesehatan.

“Sekali mencoba sabu, otak akan mengalami perubahan kimiawi yang sulit dipulihkan. Bahkan setelah berhenti, kerusakan syaraf yang terjadi seringkali tidak bisa kembali normal,” tambah dr. Andi.

Pemerintah dan aparat penegak hukum terus mengimbau masyarakat untuk menjauhi narkoba. Sementara itu, keluarga diminta aktif memberikan pengawasan dan dukungan agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. ***