Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Bangunan SDN di Tanggamus Ini Berdinding Papan, Tanpa Plafon dan Mirip Kandang

×

Bangunan SDN di Tanggamus Ini Berdinding Papan, Tanpa Plafon dan Mirip Kandang

Sebarkan artikel ini
Penampakan SD Negeri di Dusun Lebungsari, Pekon Unggak, Kelumbayan, Tanggamus, dari luar cukup memprihatinkan karena masih menggunakan dinding dari papan -foto SMN

WAWAINEWS – Sekolah Dasar Negeri di Dusun Lebungsari, Pekon Unggak, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, kondisinya sangat memprihatinkan.

Sekolah yang berada di ujung wilayah berjuluk Begawi Jejama itu dalam kondisi sangat terbatas. Bahkan terlihat tralis jendela hanya dipaku dengan kayu seadanya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Para murid harus belajar di dalam ruang berdinding kayu lapuk yang renggang, tanpa plafon, dengan sarana prasarana terbatas.

BACA JUGA :  Realisasi DD Tahap Dua di Pekon Tanjungagung Selesai

Diketahui sekolah tersebut sebetulnya masih menginduk di Pekon (Desa) Induk. Sekolah lapuk seperti kandang itu, hanya sebagai cabang karena jarak tempuh ke sekolah induk cukup jauh.

Kondisi tersebut sebelumnya dibenarkan oleh Camat Kelumbayan Nauval. Bahwa kondisinya sangat memprihatinkan kondisinya tak layak untuk kegiatan belajar mengajar.

Beresiko bagi keselamatan Pelajar dan Pendidik, karena kondisi Bangunan yg sudah rapuh, khawatir ada matrial bangunan yang terjatuh ketika tengah ada kegiatan proses belajar mengajar.

BACA JUGA :  Warga Lapas Kota Agung, Didorong Jadi Wirausaha Perikanan

Berbagai upaya telah dilakukan agar sekolah tersebut bisa mendapat perhatian dan peserta didik memiliki tempat yang layak dalam proses pembelajaran tatap muka.

Sekolah di tempat bangunan yang cukup memprihatinkan itu sudah jadi pilihan warga Dusun Lebung Sari meski berisiko. Karena sekolah terdekat berada di Dusun Salong Pekon Penyandingan pun harus melintasi perkebunan dengan medan sulit apalagi saat musim hujan.

BACA JUGA :  Kota Bekasi Darurat Guru, Komisi IV: Anggaran Rp1,8 Triliun, Solusi Guru Magang ala “Coba-Coba”

Adanya sekolah tersebut atas kesepakatan warga Dusun Lebungsari, dengan segala keterbatasan terutama sarana dan prasarana.(*)