Scroll untuk baca artikel
InfrastrukturKabar DesaLampung

Belum Digunakan, Jalan Usaha Tani Kampung Sukamakmur Tulangbawang Sudah Pecah Seribu

×

Belum Digunakan, Jalan Usaha Tani Kampung Sukamakmur Tulangbawang Sudah Pecah Seribu

Sebarkan artikel ini

WAWAINEWS.ID – Jalan Usaha Tani (JUT) di Kampung Sukamakmur, Kecamatan Penawaraji, Kabupaten Tulangbawang, yang dikerjakan tahun 2022 lalu kondisinya saat ini sudah pecah seribu alias retak dan mengelupas.

Padahal, Jalan Usaha Tani di Kampung Sukamakmur, Penawar Aji, Tulangbawang tersebut selama ini belum digunakan sebagai akses panen padi bagi para petani setempat sesuai peruntukannya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Diduga kondisi pecah seribu yang terjadi pada jalan usaha tani di Kampung Sukamakmur tersebut karena dalam pengerjaannya asalan tidak sesuai dengan spesifikasi alias asal-asalan.

Bahkan peruntukan JUT iitu selama ini dianggap hanya menghambur-hamburkan uang negara karena tidak ada azas manfaatnya bagi petani setempat.

BACA JUGA :  Kajari Lampung Timur Diminta Ungkap Asal-usul Pengembalian Uang Makan Minum Bupati dan Wakil Bupati

BACA JUGA : Dua Penggerogot Dana Desa di Tanggamus Sudah Dijebloskan ke Penjara

Pasalnya jalan usaha tani itu di lahan non produktif, selama ini tidak ada satupun pun petani yang menanam padi di daerah yang dibangun jalan usaha tani tersebut.

“Jalan itu dibangun kurang lebih satu tahun lalu, itu pun hanya dilewati orang mancing dan para pencari rumput saja, karena lokasi jalan yang dibangun itu tidak bisa ditanami padi,”ujar warga, seraya mengatakan kondisinya sudah retak seribu dan mengelupas, Kamis (24/08/2023).

Terpisah, salah satu ketua kelompok tani (Poktan) setempat, mengatakan anggaran tersebut disalurkan melalui 5 Poktan terdiri dari 5 kelompok dan masing-masing kelompok menerima bantuan senilai Rp 100.000.000, (seratus juta rupiah) dengan total keseluruhan bantuan Rp 500.000.000 (Lima ratus juta rupiah) diperuntukkan membangun JUT dengan panjang 2500 Meter.

BACA JUGA :  Pekerjaan Jalan Usaha Tani di Pekon Sumberagung Pringsewu Diduga Jadi Bancakan, Ini Alasannya

BACA JUGA : Mantap, Polisi Bubarkan Hiburan Orgen Tunggal di Tulangbawang

“Saya diajak berangkat ke salah satu Bank yang ada di Tulangbawang untuk mencairkan dana tersebut. Sesampainya di Bank kami hanya disuruh ngisi formulir pencairan saja. Setelah itu uang dari 5 Poktan dimintai ibu Ita selaku ketua Gapoktan,” ungkap dia.

Lebih jauh, dirinya mengungkapkan sepulang dari Bank. Ia hanya diberikan uang sebesar Rp.300.000 (tiga ratus ribu rupiah) oleh ketua Gapoktan (Ita-red).

“Saya hanya dikasih uang Rp.300.000,- oleh ibu Ita. Saat pekerjaan dimulai saya juga ikut sebagai tenaga kerja pembangunan JUT itu,” ujar dia.

BACA JUGA : Jika Tidak Diperbaiki, Desa Banjar Agung Tolak Setujui Jalan Lapen dari APBD Lampung Timur

BACA JUGA :  Lampung Akan Jadi Patron Pertanian Indonesia

Ditanya terkait bangunan JUT yang sudah rusak dan pecah seribu dirinya menjelaskan sebagai pekerja hanya mengikuti perintah dari Bendahara Gapoktan Bayu.

“Pak Bayu memerintahkan adukan Semen setengah sak, dikasih pasir 9 sampai 10 Bak kecil, batu split 4 Bak tidak boleh lebih dari itu,” terang dia.