“Kasihan orang bisa antrean hampir satu jam hanya untuk mengisi Pertalite seharga Rp100 ribuan untuk mobilnya, jika itu tidak dibenarkan aturan, aparat bisa melakukan penertiban, jangan terkesan melakukan pembiaran,”tambah dia.
Terpisah Kapolsek Sekampung Udik, Polres Lampung Timur, Iptu Eko Budiarto dikonfirmasi terpisah terkait kondisi di SPBU Simpang GSB mengakui bahwa pihaknya sudah memberi teguran terkait hal tersebut.
BACA JUGA :Gudang BBM di Sidomulyo Digerbek Polisi, 8 Ton BBM Oplosan Diangkut
“Sudah kami tegur dan juga sdh di cek lgsg oleh BP Migas secara lgsg,”jawab Kapolsek Sekampung Udik, dikonfirmasi Wawai News melalui aplikasi WhatsApp.
Menurut perhatian Kapolsek antrean panjang itu jadi terlihat seolah ada permainan. Tapi setelah diperhatikan sebenarnya karena jalur mesin untuk pengisian BBM hanya satu mesin.
“Mesin pompa di situ dari masing seperti solar, Pertalite atau Pertamax hanya ada satu. Apalgi solar subsidi mobil besar-besar,”jelasnya.***













