Scroll untuk baca artikel
AgamaRagam

Biar Tak Gagal Paham, Begini Perbedaan Antara Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

×

Biar Tak Gagal Paham, Begini Perbedaan Antara Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

WAWAINEWS.ID – Bulan Ramadhan 1445 H/2024 telah memasuki pertengahan. Saat ini umat Islam mengalami momen yang istimewa dengan kedatangan malam-malam penting seperti Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar.

Kedua malam ini dianggap sebagai waktu yang paling berharga lantaran di dalamnya terjadi peristiwa penurunan Al-Qur’an.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Lantas, apa perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar? Pengertian Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar, Begini penjelasannya biar tak gagal Paham.

Dewan Pembina Pondok Pesantren Raudlatul Quran, Geyongan, Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, M Mubasysyarum Bih menjelaskan Nuzulul Qur’an adalah waktu di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan.

BACA JUGA :  Buya Arrazy Hasyim: Secara Riwayat Nuzulul Qur'an, Biasanya Malam Ganjil 10 Hari Terakhir Ramadhan

Peringatan Nuzulul Quran di Indonesia biasanya jatuh pada tanggal 17 Ramadhan. Sementara itu, Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam Islam karena Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam tersebut.

Lailatul Qadar dianggap lebih baik daripada seribu bulan dan diperkirakan terjadi di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. ad Baca Juga Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

“Pendapat yang paling populer bahwa Lailatul Qadar terjadi di sepuluh akhir bulan Ramadhan, salah satu indikasinya Nabi sangat menekankan I’tikaf dan ibadah lainnya di waktu-waktu tersebut,” terang Mubasysyarum dalam tulisannya di NU Online berjudul Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar, diakses pada Kamis (28/3/2024).

BACA JUGA :  Plt Wali Kota Bekasi Pimpin Peringatan Hari Santri 2022

Ia menyebut, beberapa pakar tafsir menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan secara bertahap.

Pertama, Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan di langit dunia. Kedua, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur dari langit kepada Nabi Muhammad di bumi.

“Sebelum diterima Nabi di bumi, Allah terlebih dahulu menurunkannya secara menyeluruh di langit dunia, dikumpulkan jadi satu di Baitul Izzah. Selanjutnya malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi di bumi secara berangsur, ayat demi ayat, di waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan selama 20 tahun, pendapat lain 21 tahun,” paparnya.