BEKASI – Ada yang lagi panas di Kabupaten Bekasi, tapi bukan cuaca. Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, tampaknya mulai menyalakan mode “detergen ekstra kuat” buat nyuci bersih direksi BUMD yang kinerjanya kusam dan perilakunya bikin kening berkerut.
Musababnya, salah satu pejabat air, eh, maksudnya Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi berinisial AEZ, baru saja naik pangkat jadi terdakwa. Bukan kena promosi, tapi kena pasal. Tepatnya Pasal 372 dan 378 KUHP, dugaan penggelapan dan penipuan.
Kasusnya pun sudah nongol di SIPP Pengadilan Negeri Bekasi dengan nomor perkara 415/Pid.B/2025/PN Bks. AEZ nggak sendiri, dia duet maut bareng Direktur Utama PT Tiga Emaz Sukses, inisial AYCB. Nama perusahaannya aja udah sukses, semoga kasusnya enggak.
Mengetahui hal itu, Bupati Ade langsung angkat bicara dengan gaya khas “pemimpin sabar tapi nggak bisa dibodohin”.
“Saya akan evaluasi. Mau tahu dulu, ini masalahnya di mana, efeknya gimana, dan langkah selanjutnya apa. Yang penting marwah Pemkab Bekasi dan Perumda jangan ikut terciprat,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).
Bahasa halus dari “jangan bikin malu saya di tahun politik”, kira-kira begitu.
Ade mengaku bakal manggil si direktur buat dimintai keterangan. Soalnya, kalau urusan pribadi sudah bikin kinerja macet, ya siap-siap aja kran jabatan ikut ditutup.
“Kalau memang pantas dikasih punish atau bahkan diberhentikan, ya kita jalankan sesuai aturan. Nggak usah drama,” katanya tegas, kayak dosen pas ngasih nilai D.
Bupati juga menegaskan, dirinya nggak akan ikut nimbrung di urusan hukum.
“Itu ranah penegak hukum. Saya cuma Kuasa Pemilik Modal, bukan Kuasa Pemadam Masalah,” katanya sambil senyum, mungkin biar headline-nya tetap ramah.
Sambil menyindir halus, Ade juga mengingatkan bahwa kerja utama BUMD itu bukan sekadar duduk di kursi empuk sambil ngatur air, tapi ngasih pelayanan nyata ke masyarakat.
Dari total tiga juta penduduk Bekasi, baru 40 persen yang kebagian air bersih. Sisanya mungkin masih pakai jurus nampung dari genteng.
“Target saya tahun ini bisa 60 persen terlayani. Kalau nggak tercapai juga, ya mungkin bukan cuma airnya yang harus disaring, tapi direksinya juga,” ujar Ade, dengan nada antara motivasi dan ancaman.
Sebagai penutup, Ade melantik direktur teknik, direktur umum, dan dua dewan pengawas baru. Katanya biar sinergi, tapi publik tentu berharap jangan cuma sinergi di rapat makan siang.
Intinya, di bawah Bupati Ade, Tirta Bhagasasi bukan cuma dituntut menyalurkan air, tapi juga menjaga nama baik supaya nggak ikut hanyut dalam kasus-kasus yang “mengalir terlalu jauh”.
Karena di Bekasi, air bersih mungkin langka tapi drama BUMD selalu deras. ***













