Pjs Kasat Reskrim Polres Lamteng, AKP Edi Qorinas mengungkapkan bahwa penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu, 18 Oktober 2023, saat itu korban Talib dijemput untuk dan dibawa ke rumah pelaku.
Baca Juga: Penyebab Kebakaran Perkebunan Jati di Perbukitan Pekon Sumberejo Diduga Ulah ODGJ
“Bah saat berada di rumah pelaku, korban dianiaya oleh pelaku beserta rekan-rekanya. Korban mengalami luka memar di tubuhnya, akibat penganiayaan. Visumnya sudah kami ambil ,” kata Pjs Kasat Reskrim Polres Lamteng, AKP Edi Qorinas, Sabtu, 21 Oktober 2023.
Penganiayaan yang terjadi jelasnya, akibat masalah keluarga antara Talib dengan istrinya bernama Kartiyem hingga melibatkan pelaku Piter.
Akibat hal itu terjadi kerusuhan hingga pembakaran rumah milik pelaku Piter.
Baca Juga: Gelapkan Uang Arisan Rp95 Juta, Warga Way Kanan Ditangkap di Trenggalek
“Dari hasil pemeriksaan kerusuhan itu karena pembagian harta antara Talib dan istrinya. Istri meminta untuk dikembalikan harta miliknya karena merasa dihianati oleh Talib yang diketahui akan menikah lagi,”tukasnya.
Harta yang diminta dikembalikan merupakan hasil dari bekerja istrinya di luar kota, yang telah dikirim kepada Talib. Karena Talib tidak memberikan, maka istrinya melibatkan Piter dalam hal ini, sehinga terjadi penganiayaan.
Baca Juga:Menyoal Korupsi, Mahasiswa di Bekasi Demo 3 Hari Berturut-turut
Lebih lanjut Qorinas mengatakan bahwa setelah mengalami penganiayaan, Talib baru melapor pada Jumat, 20 Oktober 2023 pukul 15.00 WIB.
Kemudian pada Sabtu, 21 Oktober 2023 dini hari kurang lebih 300 masa menggeruduk rumah Piter hingga melakukan pembakaran. Namun, menurut polisi, sebelum kejadian pembakaran, Piter sudah ditangkap polisi.
“Korban (Talib) melapor kepada kami pada hari Jumat, dan pada hari Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB masa kurang lebih 300 orang mendatangi rumah Piter sehingga terjadi aksi pembakaran. Antara Piter dan Talib tidak mengenal satu sama lain,” kata dia.
Baca Juga : Industri Rumahan Minyak Kelapa di Kalirejo Diduga Cemari Lingkungan
Masa membakar rumah Piter diduga karena kesal ia kerap membuat ulah. Meski demikian pihak kepolisian tengah melakukan penyekidikan terkait kasus pembakaran tersebut. Polisi mengeklaim situasi saat ini sudah mereda.
“Mereka kesal dengan Piter, mungkin karena sering bikin ulah. Situasi sudah kondusif, Pak Kapolres terjun langsung ke lokasi untuk meredakan situasi,” kata dia.***