Di saat itulah kita salat Idul Adha, artinya inilah pengeluaran berdasarkan ulama-ulama yang perlu kita sampaikan bahwasanya ulama-ulama tidak ada perbedaan dalam membayar hari raya Idul Adha.
“Seandainya sekarang ada perbedaan, misal di Indonesia pernah berbeda di negeri-negeri yang lain ada yang berbeda maka itu bukan perbedaan yang bersifat masyhur,”ungkapnya.
BACA JUGA : Bupati dan Wakil Bupati Lepas 386 Calon Jemaah Haji Lampung Timur
Apa yang menjadi sebuah kesimpulan, pertama ketika Ummul mukminin Aisyah menyampaikan bahwasanya Imam atau khalifah itu yang menentukan hari raya itu penting sekali untuk persatuan kaum muslimin semuanya.
“Kita tahu bahwasanya haji itu adalah Arafah, Rasulullah mengatakan kepada kita Al Hajj Arafah sesungguhnya haji itu adalah hari arafah di padang Arafah Karena itulah kita mengikuti hari-hari di dalam bulan Dzulhijjah 1 Dzulhijjah 2 Dzulhijjah 3 sampai dengan 10 Dzulhijjah, nanti ketika itu kita juga mengikuti puasa Arafah berdasarkan rukyatnya atau penentuannya Ahlul Makkah.
BACA JUGA : Aji Mumpung Adik Ipar Wagub Lampung Masuk Daftar Bacaleg PKB dan Petugas Haji
Lanjut Felix Sia2, Kita juga bisa untuk mengetahui Kapan hari raya Idul Adha, karena kalau seandai sudah hari raya Idul Adha tentunya sudah kita tidak boleh berpuasa.
Mereka di sana yang ada di Arafah yang ada di Mekkah mereka sudah menyembelih, kita baru puasa maka seolah-olah kita berpuasa tidak tahu puasa apa karena Arafah sudah lewat sudah tidak ada lagi jamaah yang berwukuf yang kedua sudah hari raya di sana kita seolah-olah melakukan ibadah puasa saat hari raya yang dilarang untuk berpuasa walaupun besok.***












