Scroll untuk baca artikel
EkonomiLampungPertanian

Harga Singkong di Lampung Anjlok, Begini Kata Pengamat Ekonomi

×

Harga Singkong di Lampung Anjlok, Begini Kata Pengamat Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Jika memang harga singkong ini dipermainkan para pengusaha supaya petani itu menjual singkongnya dengan harga murah, itu tidak bisa ditoleransi dan pemerintah daerah harus turun tangan.

“Artinya, pemerintah daerah harus beli singkong yang ada di pasar semuanya bahkan dengan buffer stock APBD yang ada sehingga harga singkong kembali naik. Itulah peran pemda. Jangan dibiarin aja kasihan petani singkong,” katanya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

BACA JUGA: Kumpulkan Pengusaha Tapioka, Arinal Minta Harga Singkong Dinaikkan Lagi

Asumsinya itu karena panen berbarengan, berarti produksi yang banyak di lapangan itu harus diserap pemda.

Pemda harus menjadi buffer stock beli singkong petani dengan harga tertinggi dari harga pokok singkong sesuai aturan sehingga petani tidak merasa dirugikan.

BACA JUGA :  Dukung Program ICARE, Bupati Tanggamus Diganjar Penghargaan

“Kehadiran pemda sangat perlu ketika harganya anjlok yang bisa karena mafia atau produksi panen berbarengan. Ketika panen berbarengan, APBD harus sedot singkong tetapi dengan harga standar pasar,” ujarnya.

BACA JUGA: 2 Fraksi DPRD Lampung Kompak, Soal Pansus Singkong

Diketahui bahwa harga singkong di Lampung ditingkat petani saat ini hanya tembus Rp700

BACA JUGA :  Gelombang Protes Terkait Harga Singkong Terus Disuarakan Petani di Lampung

Harga tersebut turun drastis dibanding harga pada musim panen sebelumnya mencapai harga Rp1200.

BACA JUGA: Harga Singkong Minimal Rp900/Kg, Akhirnya Disepakati

Saat ini petani singkong di Lampung Tengah berharap ada peran Pemerintah melalui program petani berjaya bisa mendorong stabilnya harga singkong ditingkat petani. (*)