Jika memang harga singkong ini dipermainkan para pengusaha supaya petani itu menjual singkongnya dengan harga murah, itu tidak bisa ditoleransi dan pemerintah daerah harus turun tangan.
“Artinya, pemerintah daerah harus beli singkong yang ada di pasar semuanya bahkan dengan buffer stock APBD yang ada sehingga harga singkong kembali naik. Itulah peran pemda. Jangan dibiarin aja kasihan petani singkong,” katanya.
BACA JUGA: Kumpulkan Pengusaha Tapioka, Arinal Minta Harga Singkong Dinaikkan Lagi
Asumsinya itu karena panen berbarengan, berarti produksi yang banyak di lapangan itu harus diserap pemda.
Pemda harus menjadi buffer stock beli singkong petani dengan harga tertinggi dari harga pokok singkong sesuai aturan sehingga petani tidak merasa dirugikan.
“Kehadiran pemda sangat perlu ketika harganya anjlok yang bisa karena mafia atau produksi panen berbarengan. Ketika panen berbarengan, APBD harus sedot singkong tetapi dengan harga standar pasar,” ujarnya.
BACA JUGA: 2 Fraksi DPRD Lampung Kompak, Soal Pansus Singkong
Diketahui bahwa harga singkong di Lampung ditingkat petani saat ini hanya tembus Rp700
Harga tersebut turun drastis dibanding harga pada musim panen sebelumnya mencapai harga Rp1200.
BACA JUGA: Harga Singkong Minimal Rp900/Kg, Akhirnya Disepakati
Saat ini petani singkong di Lampung Tengah berharap ada peran Pemerintah melalui program petani berjaya bisa mendorong stabilnya harga singkong ditingkat petani. (*)











