Scroll untuk baca artikel
LampungLingkungan Hidup

Heboh, Semburan Lumpur dan Gas Buat Heboh Warga Tulang Bawang

×

Heboh, Semburan Lumpur dan Gas Buat Heboh Warga Tulang Bawang

Sebarkan artikel ini
Semburan lumpur disertai gas terjadi di Kampung Bumi Dipasena Makmur, Kecamatan Rawajitu Timur, Tulang Bawang, Lampug (Foto: Istimewa)

TULANG BAWANG – Sebuah sumur bor di Kampung Bumi Dipasena Makmur, Kecamatan Rawajitu Timur, tiba-tiba ‘berkreasi’ sendiri menyemburkan lumpur lengkap dengan bonus gas bumi.

Warga yang sedang santai pun mendadak jadi kameramen dadakan, mengabadikan momen langka ini. Lampung tampaknya tak mau kalah eksotis dari Sidoarjo.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengonfirmasi bahwa fenomena ini memang nyata, bukan efek filter Instagram.

BACA JUGA :  Bantuan Excavator Dongkrak Produksi Budidaya di Tulang Bawang

“Benar, peristiwa itu terjadi hari Sabtu. Ada galian sumur yang mengeluarkan semburan lumpur disertai gas. Itu di Rawajitu, Tulang Bawang,” ujarnya, dengan menyebut telah dipasang garis polisi.

Untungnya, kata Yuni, semburannya sudah berhenti. “Sudah dipasang police line, warga dilarang mendekat,” jelasnya.

Larangan ini penting, mengingat kita belum tahu gasnya bikin ngantuk, bikin pintar, atau bikin pindah alam.

BACA JUGA :  Kecewa, Suami di Tulangbawang Bacok Istri hingga Tewas

Pemerintah Provinsi Lampung, lewat Dinas ESDM, sudah turun tangan. Sampel lumpur dan gas sedang dibawa ke laboratorium untuk dicek. Hasilnya belum keluar, tapi publik bisa menebak dari tiga kemungkinan:

  • Fenomena alam biasa.
  • Efek pengeboran ceroboh.
  • Lampung sedang ikut lomba geopark internasional.

Sambil menunggu hasil lab, warga diimbau untuk tidak mendekati lokasi. Bukan hanya demi keselamatan, tapi juga demi menghindari kemungkinan dijadikan “bahan penelitian lapangan” oleh pihak yang datang tanpa pemberitahuan.

BACA JUGA :  “44 Tahun Pemerintah Kuasai Tanah Warga Tanpa Ganti Rugi: Kantor Bupati Tulang Bawang Berdiri di Atas Ketidakadilan!”

Jadi, kalau ada yang bilang Rawajitu sekarang punya “wisata alam” baru, ingat: ini bukan spot untuk selfie, apalagi barbeque.***