1. “Tenang!”
Amy Morin menjelaskan, memberitahu anak tentang perasaan mereka bukanlah ide yang baik. Bahkan ketika Bunda hanya ingin mencoba untuk membuatnya tenang atau menghibur mereka.
“Kami ingin mengirim pesan, tidak apa-apa untuk merasa apa adanya. Tetapi penting untuk memperhatikan apa yang Anda lakukan dengan perasaan itu,” kata Amy.
Daripada memerintahkan anak untuk tenang, sebagai gantinya Bunda bisa mengatakan “Sepertinya kamu benar-benar marah sekarang.”
BACA JUGA: Hari Suci Siwaratri, Umat Hindu Laksanakan Persembahyangan di Candi Prambanan
Bantu anak memahami bahwa tidak apa-apa merasa kesal dan dorong mereka dengan lembut ke arah aktivitas yang bisa membuat mereka tenang.
Jadi, daripada melempar sesuatu atau berteriak, mungkin Bunda bisa minta mereka untuk menggambar atau mendengar musik selama beberapa menit.
2. “Jangan khawatir tentang itu.”
Menghilangkan ketakutan pada anak dan meminta mereka untuk memikirkannya bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Ketika Bunda berkata “Jangan khawatir tentang itu”, rasa khawatir mereka tidak menghilang secara otomatis.
BACA JUGA: Komnas PA Sebut Kasus Kekerasan Anak di Lampung Meningkat 50 Persen Dua Tahun Ini
Alih-alih mengatakan hal tersebut, Bunda bisa katakan pada anak “Apa yang bisa kamu lakukan saat khawatir?”.
Biasanya anak akan berpikir lebih rasional dengan melepaskan diri dari situasi ini.
Jika mereka khawatir tentang ujian yang akan datang, mereka akan belajar dengan lebih giat dan semua akan baik-baik saja.












