Scroll untuk baca artikel
Pertanian

Inpari Nutrizink Jadi Komoditas Unggulan Petani di Desa Netampin

×

Inpari Nutrizink Jadi Komoditas Unggulan Petani di Desa Netampin

Sebarkan artikel ini

wawainews-id-455098.hostingersite.com – Inpari Nutrizink sebagai bibit padi unggul varian baru terus diberdayakan di areal persawahan petani, di Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Di antaranya adalah di lahan Penangkaran Padi Karau Mandiri Netampin. Dan sekarang, varietas padi tersebut telah bisa dipanen serta dinikmati para petani yang menanamnya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Seperti yang diinformasikan Yan Ratno AMd, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, yang bertugas di wilayah Kecamatan Dusun Tengah, Inpari Nutrizink adalah jenis baru yang digadang-gadang saat ini.

BACA JUGA :  Tak terima lahan ditertibkan, oknum penguasa lahan ex TDA lecehkan wartawan di Sukajaya

Dicanangkan sejak awal, Inpari Nurizink adalah untuk mencegah gizi buruk,khususnya pada anak-anak.

“Sebagai beras sehat, memang sampai sekarang kandungan gizinya paling tinggi. Malah bagi penderita diabetes, aman dikonsumsi. Ya rasanya sih pulen, tapi kurang manis,” ucap lelaki berpostur kurus yang dikenal kreatif ini, melalui komunikasi via WhatsApp (WA), Rabu, 24 November 2021 sore.

BACA JUGA :  Sinergi Pemprov Lampung dan ITERA, Dari Lumbung Pangan sampai Gudang Wacana?

Mengutip dari berbagai sumber, Inpari IR Nutri Zink memiliki keunggulan atau sifat khusus, dibanding varietas lainnya dalam hal kandungan Zn, yang memiliki potensi kandungan sebesar 34,51 ppm.

Dan ini, lebih tinggi dibanding varietas lain. Selain itu, inpari Nutri Zink juga mempunyai keunggulan lain. Seperti ketahanan terendam air dan tahan rebah.

BACA JUGA :  Berkunjung ke Pesawaran, Gubernur Sosialisasikan Kartu Petani Berjaya

“Betul. Di samping itu, Inpari Zink tahan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Kami mengembangkannya di musim tanam yang kemarin, Om. Yaitu Musim Tanam (MT) 21 April-September” ucapnya.

“Dan puji syukur pada Tuhan, hasil panennya memuaskan,” pungkas Yan Ratno seraya meminta maaf karena dirinya harus mengikuti zoom meeting kembali.