Scroll untuk baca artikel
Lintas Daerah

Jabar-BNPT Siapkan Kolaborasi Pentaheliks

×

Jabar-BNPT Siapkan Kolaborasi Pentaheliks

Sebarkan artikel ini
Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat meresmikan Creative Centre Kota Bogor. (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)

“Kita mempunyai Kemah Kebangsaan, anak-anak muda berkumpul mendiskusikan semangat kepancasilaan. Saya sudah melantik 1.100 Duta Pancasila, juga Duta Bela Negara,” jelas Kang Emil.

Pemda Provinsi Jabar juga memiliki Program Ajengan Masuk Sekolah untuk memberikan narasi menangkal segala potensi ceramah bermuatan narasi yang hendak menggeser kepancasilaan ke arah radikalisasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Tak hanya itu, Kang Emil menyebut ada Program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) untuk memberikan edukasi kepada perempuan di Jabar.

BACA JUGA :  Pria di Lampung Tengah tujah suami mantan isteri hingga tewas

“Seperti Program Sekoper Cinta, salah satu kurikulumnya adalah deteksi radikalisme. Program-program ini insyaallah akan membawa Jawa Barat 2022 gas pol melawan radikalisme,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan, kedatangannya ke Jabar untuk bersilaturahim kebangsaan dengan kepala daerah terkait penanganan isu radikalisme dan terorisme.

“Hari ini kita bisa silaturahmi kebangsaan dengan Bapak Gubernur Jawa Barat. Intinya, kita ingin meningkatkan ikhtiar merawat kebinekaan untuk mencegah intoleransi, radikalisme dan terorisme. Kita tentu tidak ingin adanya ideologi yang berbasis kekerasan,” ungkap Boy Rafli.

BACA JUGA :  Masuk Bursa Balon Gubernur Kepri, Kapolda Kepri Ternyata Terakhir Laporkan Kekayaan 12 Tahun Silam

Menurutnya, ideologi terorisme merupakan suatu paham yang menganut kekerasan sebagai tindakan benar. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tetap teguh pada nilai luhur bangsa, khususnya Pancasila.

“Ideologi terorisme itu adalah ideologi yang berbasis kekerasan, yang akhirnya memapar  masyarakat kita. Diharapkan masyarakat tetap teguh menjaga nilai luhur bangsa kita,” imbuhnya.

Boy Rafli menegaskan, bahwa ideologi negara Pancasila perlu terus dijaga dengan kolaborasi antar pemerintah pusat dengan daerah. Dengan demikian potensi yang bertentangan dengan ideologi negara dapat terkikis.

“Kita telah memiliki ideologi negara Pancasila  yang tentunya perlu kolaborasi dan ikhtiar bersama agar segala potensi berkembangnya ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara bisa dieliminasi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tol Cisumdawu Seksi 1 Siap Beroperasi Akhir Bulan

Boy Rafli menuturkan, diskusi yang dilakukan dengan Gubernur Jawa Barat dan jajarannya ini juga terkait dengan program kontra radikalisasi karena salah satu lokasi kawasan terpadu nusantara yang diusun ada di wilayah Jabar, terutama di wilayah Kabupaten Garut.

“Kita juga mengembangkan narasi-narasi dalam rangka kontra propaganda jaringan teroris yang menyampaikan pesan ke Indonesia,” ungkapnya.(*)