Scroll untuk baca artikel
Pertanian

Jaringan Irigasi di Kuripan Tunjang Kemandirian Petani

×

Jaringan Irigasi di Kuripan Tunjang Kemandirian Petani

Sebarkan artikel ini
Paiman dan Keponakanny, saat berada di sawah melihat langsung jaringan irigasi Ketika sedang menyiram sawah, Jumat (11/10/2019) (f. Endri)

LAMSEL – Perbaikan jaringan Irigasi di Way Asahan, Desa Kuripan kecamatan penengahan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)  tahun 2019, telah rampung dilaksanakan. Perbaikan jaringan irigasi tersebut dalam rangka menunjang kemandirian petani.

Pelaksanaan irigasi dengan biaya sebesar Rp 1,974  miliar bermanfaat guna perbaikan jaringan irigasi sawah di Way Asahan, Dusun Banyuurip, Desa Kuripan, Penengahan Lamsel pebaikan sistem pertanian wilayah setempat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Pengerjaan irigasi tersebut sudah selesai dilaksanakan. Hal itu berdasarkan hasil survey tim sepekan lalu. Hasilnya cukup bagus, sekarang areal sawah sudah normal teraliri air secara merata” klaim M. Alwi, Pejabat Pembuat Tehnis Kerja ( PPTK ) bidang pengairan  dinas PUPR Lamsel, Jumat (11/10/2019).

BACA JUGA :  Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi, Lampung Tengah Sumbang Ribuan Ton Gabah
M. Alwi, Pejabat Pembuat Tehnis Kerja ( PPTK ) bidang pengairan  dinas PUPR Lamsel, dijumpai Wawai News, Jumat (11/10/2019). (F. Endri)

Dia berharap dengan ada nya perbaikan saluran irigasi di Way Asahan, warga setempat bisa  menikmati aliran air yang menuju langsung ke sawah. Irigasi dibangun tujuannya untuk meningkatkan hasil pertanian, agar petani bisa lebih makmur, sesuai program presiden RI dan Pemkab Lamsel.

Dikatakan bahwa pekerjaan rehab tersebut tenggak waktu pelaksanaannya selama enam bulan kedepan masih dalam  pengawasan PPTK  bidang Pengairan dinas PUPR lamsel.

BACA JUGA :  UPTD PU Penengahan, Apresiasi Kades Kuripan Perjuangkan Keluhan ke PT PP

Saat di temui di lokasi , Paiman, tinggal di desa kuripan Dusun Banyuurip mengakui bahwa manfaat Irigasi akan mengairi sawah seluas 15 hektar. Tahap awal masih bagus semua belum ada kebocoran irigasi.

“Saluran irigasi tersebut dibuat sepuluh tahun lalu dan baru ini diperbaiki setelah banyak terjadi kebocoran,”tandasnya.

Setelah ada perbaikan irigasi diakuinya mesti musim gadu petani di Kuripan tidak risau karena air tetap lancar. Diakuinya perbaikan irigasi tersebut telah membantu perbaikian ekonomi warga setempat. Meski kemarau warga tetap bisa bercocok tanam padi.

BACA JUGA :  Berkebun di Ruang Terbatas Solusi Selama COVID-19

“Sekarang aliran airnya merata ke lahan milik petani. Tentu memudahkan petani dari sebelumnya harus bergiliran dalam bercocok tanam,”pungkasnya. (Endri)