Scroll untuk baca artikel
Opini

Jasa Presiden Soeharto dalam Perspektif Pakar Asing: Antara Stabilitas, Modernisasi, dan Kontroversi

×

Jasa Presiden Soeharto dalam Perspektif Pakar Asing: Antara Stabilitas, Modernisasi, dan Kontroversi

Sebarkan artikel ini
H. M Soeharto Presiden ke-2 RI - foto net
H. M Soeharto Presiden ke-2 RI - foto net

Richard Robison menambahkan, modernisasi ekonomi Indonesia “berjalan cepat, meski penuh kompromi politik.”

7. Soeharto dan ASEAN: Arsitek Sunyi Stabilitas Regional

Bagi dunia internasional, Soeharto bukan sekadar pemimpin domestik, tetapi arsitek kawasan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Donald Weatherbee menyebutnya “silent architect of ASEAN stability,” sementara Michael Leifer menilai bahwa di bawah kepemimpinan Indonesia, Asia Tenggara menjadi kawasan paling stabil di tengah rivalitas superpower.

8. Politik Luar Negeri Non-Blok yang Realistis

Dalam pusaran Perang Dingin, Soeharto menjaga Indonesia tetap netral secara ideologis tapi terbuka secara pragmatis.

BACA JUGA :  Pemburu Jum’at Berkah: Pergeseran Sedekah–Pengemis?

Menurut George McT. Kahin, kebijakan ini mengembalikan posisi Indonesia sebagai “pemain global yang diperhitungkan, bukan ladang perebutan ideologi.”

9. Transformasi Sosial: Dari Negara Miskin ke Negara Berkembang

Dalam tiga dekade, Soeharto mengubah Indonesia dari negara agraris miskin menjadi ekonomi menengah berkembang. World Bank (1993) mengklasifikasikan Indonesia sebagai high-growth economy.

WHO mencatat penurunan kematian bayi dari 145 menjadi 46 per 1.000 kelahiran, sementara UNESCO mencatat penurunan buta huruf dari 60% menjadi 15%.

10. Revolusi Sosial Melalui Program Nasional

Program keluarga berencana (KB) menurunkan angka kelahiran dari 5,6 menjadi 2,7 diakui PBB melalui UN Population Award (1989). FAO memuji ketahanan pangan Indonesia pada 1980-an.

BACA JUGA :  Beredar Foto Seorang Pria Mirip Presiden Soeharto

Program Inpres Sekolah Dasar membuka akses pendidikan bagi lebih dari enam juta anak, yang oleh Martin Wedel (Harvard) disebut “gerakan literasi terbesar di Asia Tenggara.”

UNDP menyebut Inpres Desa sebagai bentuk pemerataan pembangunan pedesaan paling signifikan di dunia berkembang.

11. Modernisasi Pertahanan dan Kemandirian Industri

Pada 1990-an, Jane’s Defence Review menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ambisi industri strategis terbesar di Asia Tenggara membangun citra bangsa yang ingin mandiri dalam pertahanan.

Menimbang Warisan Sejarah

Soeharto bukan tanpa cela. Ia membangun stabilitas dengan kontrol ketat; ia melahirkan pertumbuhan dengan risiko sentralisasi kekuasaan.
Namun, menghapus jasanya dari sejarah sama kelirunya dengan menutup mata pada luka masa lalu.

BACA JUGA :  Ketika Harga Rokok Meroket, Harga Cengkeh Tersungkur

Sejarah yang adil tidak memihak, tapi memahami konteks. Soeharto bukan hanya penguasa, tapi produk dari masa yang menuntut keputusan-keputusan keras.

Ia adalah representasi dari satu fase panjang Indonesia: ketika stabilitas dipuja seperti dewa, dan pembangunan dijadikan satu-satunya jalan menuju kemajuan.

“Memahami Soeharto,” tulis seorang sejarawan asing, “adalah memahami cara Indonesia bertahan di dunia yang selalu berubah: dengan disiplin, kompromi, dan keyakinan bahwa waktu bukan kata-kata yang akan menilai.”

ARS – Jakarta
rohmanfth@gmail.com. ***