Scroll untuk baca artikel
OpiniPolitik

Jokowi Tidak Akan Netral Demi Negara, Berarti Anies Musuh Negara?

×

Jokowi Tidak Akan Netral Demi Negara, Berarti Anies Musuh Negara?

Sebarkan artikel ini
Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan menjelang HUT RI ke-76, Senin (16/8/2021)

Kalau saja Jokowi mau merenung ulang diksi demi “kepentingan negara” dia tidak akan netral di pilpres 2024, sesungguhnya beliau mendaklarasikan permusuhan total terhadap Anies dan pendukungnya. Tentu ini sangat eksplosif. Sangat berbahaya.

Jokowi tidak hanya melakukan pelanggaran konstitusi ketika menggelar pertemuan koalisi “demi negara” di Istana Merdeka, tetapi sekarang dia juga telah bertindak provokatif. Jokowi memusuhi sebagian rakyat demi capres pilihannya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

BACA JUGA: Anies, ‘Oemar Bakri’ dan Pendidikan untuk Orang Miskin

Pantaskah seorang kepala negara seperti ini? Elokkah seorang presiden mengkotak-kotakkan rakyatnya dengan, secara implisit, menilai Anies musuh negara?

Sangat keterlaluan. Karena itu, kita mengimbau Jokowi supaya meminta maaf kepada seluruh rakyat dan mencabut ucapan “saya tidak akan netral di pilpres 2024” itu. Ini perlu beliau lakukan agar puluhan juta pendukung Aneis tidak mengambil persepsi bahwa mereka pun dianggap musuh negara versi Jokowi.

BACA JUGA :  Baliho Bertuliskan Ungkapan Jokowi '2024 Jatah Prabowo' Bertebaran di Bandar Lampung

Kepada Pak Jokowi perlu kita sampaikan bahwa beliau telah melangkah terlalu jauh ke dalam kesibukan pilpres. Sebab, intervensi terang-terangan untuk memenangkan Prabowo atau Ganjar pada gilirannya bisa memperlebar keterbelahan bangsa. Bisa pula menyulut konflik horizontal.

BACA JUGA: Anies, Jumhur dan Pembebasan Alienasi Kaum Buruh

Pak Jokowi juga sebaiknya tidak salah menduga. Yaitu anggapan bahwa rakyat tidak akan bereaksi terhadap upaya segala cara untuk menjegal Anies.

BACA JUGA :  Kelemahan Pemikiran Syech Taqiyudin

Jokowi mengatakan pilpres 2024 ini sangat penting bagi kelanjutan program
pembangunan versi dia. Tapi, beliau lupa berpuluh-puluh juta orang lain berpendapat rezim Jokowi sangat berbahaya bagi masa depan Indonesia.

31 Mei 2023 (Jurnalis Senior Freedom News)